Kontruksi Gunakan Kawat, 30 Unit Pamboet Bantuan Dinilai Rawan Kecelakaan 

  • Whatsapp

Tahuna, detikawanua.com – Upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan perekonomian masyarakat Sangihe khususnya nelayan, tidak dibarengi keseriusan pihak ketiga selaku kontraktot dalam melakukan pekerjaan kontruksi. Bahkan ada kontruksi justru yang membahayakan pengguna. Seperti halnya dengan kontruksi 30 unit pamboet yang diserahkan ke nelayan belum lama ini.

Sejumlah pihak menyebutkan penggunaan kawat besi pada tiang penyanggah pamboet dinilai rawan pada penerima atau pengguna pamboet dimaksud.

Bacaan Lainnya

“Ketika melakukan aktifitas menangkap ikan di laut terbuka pada kondisi cuaca hujan dan dibarengi petir, dikwatirkan kawat besi pada tiang penyanggah ini akan menjadi awal malapetaka bagi nelayan. Sebab bukan tidak mungkin kawat dimaksud akan tersambar petir dan tanpa disadari nelayan akan mengancam keselamatan serta propeler ada yang bengkok,” ujar sejumlah nelayan.

Bahkan sejumlah nelayan di wilayah kepulauan Nusa Tabukan yang notabene adalah pengguna pamboet terbanyak di Sangihe tidak menggunakan kawat penyanggah di tiang utama untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi ketika mencai ikan di musim penghujan.

“Kami memiliki pengalaman pahit ketika menggunakan kawat penyanggah tiang utama. Sebab sudah terjadi korban jiwa dalam insiden dimaksud”, jelas mereka kembali sambil menyatakan untuk tiang penyanggah kami lebih cenderung memakai  tali pancing dengan ukuran tertentu.

Sementara itu kontraktor pelaksana pengadaan 30 unit pamboet bantuan tersebut membenarkan dirinya menggunakan kawat untuk tiang penyanggah dengan alasan agar terlihat lebih kuat dan kokoh.

“Dibandingkan menggunakan tali pancing, kawat yang lebih kuat dan tahan”, singkat Tamalawe. (js)

Pos terkait