Potensi Kerawanan Pilkada 2020 Mulai Dipetakan Bawaslu Boltim

  • Whatsapp
Komisioner Bawaslu Boltim, Susanto Mamonto. 

Boltim, detiKawanua.com – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), mulai memetakan potensi kerawanan dalam Pilkada Boltim tahun 2020, di antaranya mengawasi netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) serta mewaspadai praktik politik uang.
Koordinator Divisi Pengawasan Hubungan Antar Lembaga dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Boltim Susanto Mamonto pada Rabu (4/12) kemarin, kepada media ini mengatakan, pihaknya menjadikan dua hal tersebut sebagai perhatian utama.

“Bawaslu mewaspadai dua hal sebenarnya, yaitu money politic dan netralitas ASN. Kenapa? Karena evaluasi pada pelaksanaan pilkada sebelumnya yang paling menonojol dua hal tersebut,” terang mantan wartawan ini.

Bacaan Lainnya

Terkait potensi politik uang, katanya, Bawaslu bersikap akan memaksimalkan pencegahan, menguatkan pengawasan dan menegaskan penindakan. Karenanya, masyarakat diharapkan bisa mengambil peran untuk turut mengawasi proses tahapan pilkada di Boltim.

“Apalagi di regulasi Pilkada UU Nomor 10 Tahun 2016, jelas yang memberi dan menerima, kedua-duanya bisa dikenai pidana,” tutur Susanto.

Dia menambahkan, bahwa Bawaslu Boltim sudah melakukan survey di dua lembaga dan media terkait  kerawanan Pilkada.

“Kami sudah mensurvey kerawanan pemilu di pihak kepolisian, KPU, dan media, untuk kemudian dijadikan data dasar untuk menyusun indeks kerawanan Pilkada,” ungkapnya, Kamis (5/12) siang tadi.

(Fidh)

Pos terkait