Example floating
Example floating
Example 468x60
HEADLINEPOLITIK/PEMERINTAHANSULAWESI UTARA

Dihadapan Gubernur, Normans Luntungan Bongkar Dugaan Penyelewengan BBM Subsidi di SPBU Tateli, Desak RDP Gabungan

×

Dihadapan Gubernur, Normans Luntungan Bongkar Dugaan Penyelewengan BBM Subsidi di SPBU Tateli, Desak RDP Gabungan

Sebarkan artikel ini

SULUT – Dugaan penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite dan Solar di SPBU Tateli, Kabupaten Minahasa, mencuat dalam Rapat Paripurna DPRD Sulawesi Utara (Sulut). Isu krusial ini disampaikan langsung oleh Anggota DPRD Sulut, Norman Luntungan, di hadapan Gubernur Sulut Yulius Selvanus dan jajaran Forkopimda Sulut, Rabu (02/09/2026).

Di atas mimbar paripurna, Norman mengungkapkan bahwa dirinya menemukan langsung praktik ilegal penjualan BBM bersubsidi menggunakan galon di SPBU Tateli. Temuan tersebut diakui sudah dilaporkan ke pihak Pertamina, namun pengawasan dari instansi terkait dinilai masih perlu diperketat.

“Kami mendapati SPBU di Tateli menjual BBM menggunakan galon. Hal ini sudah kami sampaikan ke Pertamina. Oleh karena itu, mohon Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) untuk lebih menegakkan aturan yang ada,” tegas Norman.

Selain SPBU Tateli, Norman juga membeberkan sejumlah titik SPBU di beberapa kabupaten/kota yang dinilai rawan dan memerlukan perhatian serta pengawasan khusus dari pemerintah daerah. Wilayah-wilayah tersebut meliputi: Seluruh SPBU di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), SPBU Tateli (Minahasa), SPBU Dendengan (Manado), SPBU Tikala (Manado), SPBU di depan Taman Makam Pahlawan Kairagi (Manado), dan Beberapa SPBU yang beroperasi di Kota Bitung.

Mengingat seriusnya dampak kelangkaan BBM subsidi bagi masyarakat kecil, Norman mendesak Biro Kesra Setda Provinsi Sulut untuk segera mengambil langkah konkret. Ia mengusulkan agar DPRD bersama pemerintah daerah segera menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) gabungan.

“Mohon kiranya Biro Kesra memperhatikan betul masalah ini. Jika memungkinkan, segera dilakukan RDP gabungan sehingga masalah mafia BBM ini bisa diselesaikan secara clear dan tuntas,” lanjutnya.

Kasus dugaan penyelewengan di SPBU Tateli sebenarnya bukan barang baru. Kasus ini dilaporkan sempat masuk ke ranah hukum dan ditangani oleh Satreskrim Polresta Manado. Namun, kelanjutan proses hukum tersebut kini menuai tanda tanya besar dari masyarakat.

Muncul dugaan di kalangan publik bahwa penanggung jawab SPBU Tateli, yang dikenal bernama Anis, memiliki pengaruh kuat sehingga proses hukum di Polresta Manado terkesan berjalan di tempat dan belum memberikan efek jera yang nyata.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemprov Sulut bersama aparat penegak hukum diharapkan segera melakukan investigasi mendalam guna memastikan distribusi BBM bersubsidi tepat sasaran dan menindak tegas para pelaku penyelewengan.

error: Content is protected !!