Example floating
Example floating
Example 468x60
BOLTIMHEADLINEPOLITIKSULAWESI UTARA

Kecam Pernyataan NU Terpuruk karena Alumni HMI, Presidium KAHMI Boltim Donal Pakuku: Muhaimin Iskandar Asbun dan Halu Tingkat Tinggi!

×

Kecam Pernyataan NU Terpuruk karena Alumni HMI, Presidium KAHMI Boltim Donal Pakuku: Muhaimin Iskandar Asbun dan Halu Tingkat Tinggi!

Sebarkan artikel ini
Presidium MD KAHMI Boltim, Donal Pakuku, S.IP.
image_print

BOLTIM – Presidium Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Donal Pakuku, mengecam keras pernyataan Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar (Cak Imin). Pernyataan Cak Imin yang menyebut Nahdlatul Ulama (NU) terpuruk karena dipimpin oleh alumni HMI dinilai tendensius, provokatif, dan tidak berdasar.

Menurut Donal, tudingan yang dilontarkan oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia tersebut menunjukkan sikap yang asal bunyi (asbun) dan tidak mencerminkan kedewasaan dalam berpolitik.

“Muhaimin itu asbun dan halu tingkat tinggi. NU adalah ormas Islam terbesar di Indonesia yang dimiliki oleh umat secara keseluruhan, bukan cuma milik segelintir kelompok atau organisasi mahasiswa tertentu,” ujar Donal dengan nada tinggi, Selasa (01/09/2026).

Ia juga menambahkan bahwa ini bukan pertama kalinya Cak Imin menyudutkan nama besar HMI demi kepentingan politik praktis. Sikap tersebut dinilai melukai perasaan kader dan alumni HMI di seluruh Indonesia, khususnya di daerah-daerah.

“Ini sudah ke berapa kalinya dia (Muhaimin) menyudutkan nama besar HMI. Sebagai kader dan pengurus daerah, kami mengecam keras pernyataan tersebut. HMI dan NU punya sejarah panjang berkontribusi bagi bangsa ini. Sangat tidak elok jika seorang tokoh nasional melontarkan narasi provokatif yang bisa merusak hubungan harmonis antar-organisasi pergerakan,” tegas Donal yang juga menjabat sebagai Ketua Umum DPW BKPRMI Sulut.

Kontroversi ini bermula saat Muhaimin Iskandar menghadiri acara bedah buku alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di Jombang. Dalam pidatonya, ia mengkritik kepengurusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) saat ini yang dipimpin oleh KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) dan Saifullah Yusuf (Gus Ipul), yang keduanya memiliki latar belakang kedekatan dengan alumni HMI. Cak Imin menyebut NU mengalami keterpurukan dalam lima tahun terakhir akibat pola kepemimpinan tersebut.

Merespons gelombang protes yang datang dari berbagai majelis daerah KAHMI dan kader HMI, pihak DPP PKB langsung memberikan klarifikasi. Menurut mereka, pernyataan Cak Imin tersebut hanyalah bentuk gojlokan atau candaan internal yang biasa terjadi dalam dinamika forum pergerakan antara alumni PMII dan HMI. PKB menegaskan tidak ada maksud institusional untuk merendahkan HMI, melainkan sebuah otokritik terhadap dinamika kepemimpinan NU saat ini.

Meski demikian, bagi para kader HMI di daerah seperti Boltim menilai pernyataan tersebut sudah melampaui batas candaan dan masuk ke ranah pelecehan organisasi yang dapat merusak hubungan harmonis antar-elemen pergerakan Islam di Indonesia.

error: Content is protected !!