SULUT – Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Muliadi Paputungan, memberikan catatan kritis sekaligus refleksi mendalam pada peringatan Hari Anak Nasional (HAN) yang jatuh pada tanggal 23 Juli 2026.
Legislator asal Bolaang Mongondow Raya (BMR) ini menegaskan bahwa komitmen melindungi anak harus diwujudkan dalam tindakan nyata, terutama dalam menghadapi tantangan berat di era digital.
Muliadi menyoroti dua isu krusial yang saat ini membayangi tumbuh kembang anak-anak di Sulawesi Utara, yaitu ketimpangan kualitas pendidikan dan kerentanan anak terhadap dampak negatif teknologi di dunia siber.
“Kita tidak boleh menutup mata bahwa masih ada jarak kualitas pendidikan antara anak-anak di perkotaan dengan mereka yang berada di wilayah pelosok dan pesisir. Negara harus hadir memastikan setiap anak mendapatkan hak pendidikan yang setara dan bermutu,” ujar Muliadi, Kamis (23/07).
Bendahara DPW PKB Sulut ini juga menambahkan bahwa literasi digital yang sehat harus dimulai dari lingkungan keluarga. Menurutnya, tantangan pengasuhan di tahun 2026 jauh lebih kompleks karena anak-anak sangat mudah terpapar konten negatif jika tidak ada pengawasan yang bijak dari orang tua dan lingkungan sekitar.
Menyelaraskan dengan visi perlindungan anak, Muliadi mendorong Pemerintah Provinsi Sulut dan instansi terkait untuk memperkuat program jaminan sosial, seperti penguatan hak pengasuhan dan bantuan anak asuh bagi keluarga prasejahtera. Langkah ini dinilai penting agar tidak ada anak di Sulut yang putus sekolah akibat kendala ekonomi.
“Anak-anak adalah pemilik masa depan daerah ini. Membimbing mereka dengan pemenuhan hak yang inklusif dan perlindungan yang ketat adalah investasi terbesar kita untuk menyongsong generasi Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.
Hari Anak Nasional 2026: Muliadi Paputungan Dorong Pemerataan Akses Pendidikan dan Proteksi Digital Anak Sulut










