Polres Minahasa Dalami Kasus Tarkam Karondoran-Sumarayar

  • Whatsapp

Kasat Reskrim Polres Minahasa AKP Sugeng Wahyudi Santoso SH SIK.

Minahasa, detiKawanua.com – Perkembangan kasus Pertikaian Antar Kampung (Tarkam) antara Desa Sumarayar dan Desa Karondoran Kecamatan Langowan Timur, pada Minggu (02/02) pekan lalu, yang menewaskan lelaki YL (17) warga desa Karondoran, kini memulai babak baru.

Muat Lebih

Dari perkembangan kasus tersebut, Kepolisian Resort (Polres) Minahasa telah menetapkan dan mengamankan lelaki AM (24) dan AL (20) sebagai tersangka.

“Sementara ini juga kami tengah memburu Satu tersangka yang sudah kami kantongi identitasnya. dan untuk perkembangan motiv terjadinya kasus ini, masi kami lakukan penyelidikan,” kata Kapolres Minahasa AKBP Deni Situmorang melalui Kasat Reskrim Polres Minahasa AKP Sugeng Wahyudi Santoso SH SIK, Jumat (7/2).

Dikatakan Santoso, pihaknya sudah memeriksa sekitar 6 Saksi. Dimana saksi-saksi itu yang mengetahui dan melihat kejadian dari kedua belah pihak yang bertikai.

“Sore ini (Jumat 7/02) kita juga sedang memeriksa Hukum tua dan beberapa saksi yang terkait dengan kejadian tersebut. dan setelah pemeriksaan saksi-saksi ini, kami akan menggelar perkara kembali,” paparnya.

Pria Jebolan Akpol Tahun 2010 juga menambahkan masyarakat jagan mudah mempercayai berita-berita di sosial media, atau kabar burung lainya yang bisa memperkeruh suasana terutama dalam kasus tarkam tersebut.

“Masyarakat jangan mudah terpancing oleh berita yang tidak benar yang beredar waktu lalu di tempat Kejadian Perkara (TKP), agar menjaga dan menciptakan situasi tetap kondusif,” tutur perwira berpangkat tiga balak itu.

Dirinya juga mengimbau masyarakat Minahasa khususnya para pihak agar bersama-sama menjaga ketertiban dan keamanan khusunya di langowan, dan percayakan kepada Polres Minahasa terkait penanganan. dan mengharapkan para pihak agar mencipatakan kedamaian dan ketentraman.

“Atas Nama Kapolres Minahasa AKBP Denny Situmorang SIK berharap kita semua dapat mengambil hikmah dari kejadian ini dan berharap kejadian ini merupakan yang terakhir kali terjadi di Minahasa,” tandasnya.(Baim)

Pos terkait