Ini Catatan Capaian Kinerja 4 Tahun Kepemimpinan OD-SK di Dinas Pertanian Peternakan

  • Whatsapp

CAPAIAN KINERJA DINAS PERTANIAN DAN PETERNAKAN DAERAH PROVINSI SULAWESI UTARA TAHUN 2016 – 2019 DALAM MENDUKUNG KEPEMIMPINAN ODSK

Urusan pilihan yang dilaksanakan

Muat Lebih

Program dan kegiatan bidang pertanian dan peternakan unggulan di sulawesi utara tahun 2016 – 2019 difokuskan pada peningkatan produksi tanaman pangan dan hortikultura yaitu padi, jagung, kedelai, cabe dan bawang merah dan mensukseskan program upaya khusus sapi indukan wajib bunting (upsus siwab) disamping pengembangan sapi perah. Khusus untuk komoditas jagung, gubernur sulawesi utara mencanangkan “gerakan aksi daerah pencapaian produksi jagung 1 juta ton”. Atas upaya pencapaian pelaksanaan program dan kegiatan maka hasil yang dapat dicapai setiap tahunnya adalah sebagai  berikut :

Tahun 2016

Penyelenggaraan urusan pertanian dan peternakan di tahun 2016 telah memberikan hasil signifikan antara lain capaian produksi padi sebesar 116,11 % yaitu 678.115 ton gkg dari target rpjmd tahun 2016 sebesar 584.031 ton, produksi jagung (pipilan kering) sebesar 130,52 % yaitu 582.316 ton dari target rpjmd tahun 2016 sebesar 446.144 ton, produksi kedelai (pipilan kering) sebesar 207,91 % yaitu 15.857 ton dari target rpjmd tahun 2016 sebesar 7.627 ton. Produksi komoditi hortikultura khususnya cabe besar, cabe rawit, tomat dan bawang merah juga menunjukkan hasil yang menggembirakan dimana rata-rata terjadi kenaikan pada tahun 2016. Cabe besar sebesar 100,00 % yaitu 3.570 ton dari target rpjmd tahun 2016 sebesar 3.570 ton, cabe rawit sebesar 100,00 % yaitu 12.783 ton dari target rpjmd tahun 2016 sebesar 12.783 ton, tomat sebesar 100,00 % yaitu 24.258 ton dari target rpjmd tahun 2016 sebesar 24.258 ton, dan bawang merah sebesar 100,00 yaitu 2.555 % dari target rpjmd tahun 2016  sebesar 2.555 ton. Sedangkan untuk komoditi peternakan mengalami peningkatan produksi antara lain produksi daging sapi sebesar 100,00 % yaitu 3.431.241 kg dari target rpjmd tahun 2016 sebesar 3.431.241 kg,  daging babi sebesar 136,39 % yaitu 21.905.833 kg dari target rpjmd tahun 2016 sebesar 16.061.280 kg, daging ayam buras sebesar 112,23 % yaitu 2.596.888 kg dari target rpjmd tahun 2016 sebesar 2.313.971 kg.

Tahun 2017

Penyelenggaraan urusan pertanian dan peternakan di tahun 2017 telah memberikan hasil signifikan antara lain capaian produksi padi sebesar 129,30 % yaitu 775.847 ton gkg dari target rpjmd tahun 2017 sebesar 600.052 ton, produksi jagung (pipilan kering) sebesar 155,97 % yaitu 1.636.236 ton dari target rpjmd tahun 2017 sebesar 1.049.100 ton, produksi kedelai (pipilan kering) sebesar 100,26 % yaitu 7.806 ton dari target rpjmd tahun 2017 sebesar 7.786 ton. Produksi komoditi hortikultura khususnya cabe besar, cabe rawit, tomat dan bawang merah juga menunjukkan hasil yang menggembirakan dimana rata-rata terjadi kenaikan pada tahun 2017. Cabe besar sebesar 133,95 % yaitu 4.877 ton dari target rpjmd tahun 2017 sebesar 3.641 ton, cabe rawit sebesar 129,73 yaitu 16.915 % dari target rpjmd tahun 2017 sebesar 13.039 ton, tomat sebesar 122,37 % yaitu 30.277 ton dari target rpjmd tahun 2016 sebesar 24.743 ton, dan bawang merah sebesar 106,94 % yaitu 2.880 ton dari target rpjmd tahun 2017  sebesar 2.693 ton. Sedangkan untuk komoditi peternakan mengalami peningkatan produksi antara lain produksi daging sapi sebesar 101,70 % yaitu 3.496.608 kg dari target rpjmd tahun 2017 sebesar 3.438.103 kg,  daging babi sebesar 136,39 % yaitu 23.534.900 kg dari target rpjmd tahun 2017 sebesar 17.185.570 kg, daging ayam buras sebesar 111,77 % yaitu 2.612.217 kg dari target rpjmd tahun 2017 sebesar 2.337.111 kg.

Tahun 2018

Penyelenggaraan urusan pertanian dan peternakan di tahun 2018 telah memberikan hasil signifikan antara lain capaian produksi padi sebesar 135,68 % yaitu 871.120 ton gkg dari target rpjmd tahun 2018 sebesar 642.055 ton, produksi jagung (pipilan kering) sebesar 98,08 % yaitu 1.131.852 ton dari target rpjmd tahun 2018 sebesar 1.154.010 ton, produksi kedelai (pipilan kering) sebesar 562,79 % yaitu 48.203 ton dari target rpjmd tahun 2018 sebesar 8.565 ton. Produksi komoditi hortikultura khususnya cabe besar, cabe rawit, tomat dan bawang merah juga menunjukkan hasil yang menggembirakan dimana rata-rata terjadi kenaikan pada tahun 2018. Cabe besar sebesar 168,77 % yaitu 6.268 ton dari target rpjmd tahun 2018 sebesar 3.714 ton, cabe rawit sebesar 123,84 % yaitu 16.470 ton dari target rpjmd tahun 2018 sebesar 13.299 ton, tomat sebesar 210,29 % yaitu 53.074 ton dari target rpjmd tahun 2018 sebesar 25.238 ton, dan bawang merah sebesar 136,15 % yaitu 3.740 ton dari target rpjmd tahun 2018  sebesar 2.747 ton. Sedangkan untuk komoditi peternakan mengalami peningkatan produksi antara lain produksi daging sapi sebesar 102,13 % yaitu 3.518.331 kg dari target rpjmd tahun 2018 sebesar 3.444.980 kg,  daging babi sebesar 135,02 % yaitu 24.827.503 kg dari target rpjmd tahun 2018 sebesar 18.388.559 kg, daging ayam buras sebesar 111,69 % yaitu 2.636.413 kg dari target rpjmd tahun 2018 sebesar 2.360.482 kg. Capaian populasi ternak sapi perah juga mengalami peningkatan sebesar 135,00 % yaitu 27 ekor dari target rpjmd tahun 2018 sebesar 20 ekor dan populasi kuda pacu sebesar 100,00 % yaitu 400 ekor dari target rpjmd tahun 2018 sebesar 400 ekor.

Tahun 2019

Penyelenggaraan urusan pertanian dan peternakan di tahun 2019 telah memberikan hasil signifikan (angka sementara) antara lain capaian produksi padi sebesar 124,66 % yaitu 856.447 ton gkg dari target rpjmd tahun 2019 sebesar 686.998 ton, produksi jagung (pipilan kering) sebesar 100,83 % yaitu 1.280.032 ton dari target rpjmd tahun 2019 sebesar 1.269.411 ton, produksi kedelai (pipilan kering) sebesar 136,23 % yaitu 12.836 ton dari target rpjmd tahun 2019 sebesar 9.422 ton. Produksi komoditi hortikultura khususnya cabe besar, cabe rawit, tomat dan bawang merah juga menunjukkan hasil yang menggembirakan dimana rata-rata terjadi kenaikan pada tahun 2019. Cabe besar sebesar 129,26 % yaitu 4.898 ton dari target rpjmd tahun 2019 sebesar 3.789 ton, cabe rawit sebesar 101,95 % yaitu 13.830 ton dari target rpjmd tahun 2019 sebesar 13.565 ton, tomat sebesar 152,20 % yaitu 39.182 ton dari target rpjmd tahun 2019 sebesar 25.743 ton, dan bawang merah sebesar 107,45 % yaitu 3.011 dari target rpjmd tahun 2019  sebesar 2.802 ton. Sedangkan untuk komoditi peternakan mengalami peningkatan produksi antara lain produksi daging sapi sebesar 102,92 % yaitu 3.552.663 kg dari target rpjmd tahun 2019 sebesar 3.451.870 kg,  daging babi sebesar 130,42 % yaitu 25.661.019 kg dari target rpjmd tahun 2019 sebesar 19.675.759 kg, daging ayam buras sebesar 113,40 % yaitu 2.703.629 kg dari target rpjmd tahun 2019 sebesar 2.384.087 kg. Capaian populasi ternak sapi perah juga mengalami peningkatan sebesar 288,00 % yaitu 72 ekor dari target rpjmd tahun 2019 sebesar 25 ekor dan populasi kuda pacu sebesar 105,00 % yaitu 525 ekor dari target rpjmd tahun 2019 sebesar 500 ekor.

Disamping pencapaian produksi pertanian dan peternakan yang diperoleh, pemerintah provinsi sulawesi utara melalui dinas pertanian dan peternakan daerah provinsi sulawesi utara di tahun 2019 telah mengembangkan kawasan tampusu sebagai kawasan kobong organik untuk menjawab permasalahan residu pestisida yang ada di produk pertanian dan peternakan serta meminimalisir kontribusi emisi rumah kaca dari penggunaan pupuk kimia. Pengembangan kawasan kobong organik ini terdiri dari pengembangan tanaman pangan, hortikultura dan peternakan termasuk di dalamnya pembuatan pupuk organik dan ketersediaan susu segar untuk masyarakat sulawesi utara terutama anak-anak usia sekolah.

Untuk nilai tukar petani (ntp) sulawesi utara dari tahun ke tahun secara umum masih menjadi pekerjaan rumah bagi kita selaku pemangku kepentingan di dunia pertanian karena angkanya masih dibawah 100, namun kita masih bisa berbangga karena ntp khusus sub sektor peternakan angkanya diatas 100 yaitu :

  1. Tahun 2016 sebesar 101,74
  2. Tahun 2017 sebesar 100,72
  3. Tahun 2018 sebesar 105,54
  4. Tahun 2019 bulan agustus sebesar 109,20

Demikian sektor pertanian memberikan kontribusi terhadap pdrb sulawesi utara (atas dasar harga berlaku) :

Tahun 2016 sebesar 0,085 % (rp.8.566.314.000.000/rp.100.513.843.000.000 x 100 %)

Tahun 2017 sebesar 0,0845 % *) (rp.9.311.520.000.000/rp.110.120.589.000.000 x 100 %)

Tahun 2018 sebesar 0,084 % **) (rp.10.078.078.000.000/rp.119.543.612.000.000 x 100 %)

Ket :

*) angka sementara

**) angka sangat sementara

Di tahun 2019 kepala dinas pertanian dan peternakan daerah provinsi sulawesi utara pada bulan april 2019 merealisasi satu program aplikasi informasi data pertanian dengan nama “sistem informasi data pertanian (sim data pertanian)” yang telah dilaunching oleh sekretaris daerah provinsi sulawesi utara yaitu bapak edwin h. Silangen, se., ms. Pada saat pelaksanaan pembukaan rapat kerja daerah (rakerda) dinas pertanian dan peternakan daerah provinsi sulawesi utara tahun 2019 di hotel peninsula manado. (Adv)

Pos terkait