Kolaborasi dan Upaya OD-SK Desa Tertinggal di Sulut Sisa 12 Desa

  • Whatsapp

Sulut, detiKawanua.com – Kolaborasi program kerja pemerintah pusat dan provinsi (Pemprov Sulut) dalam penanggulangan desa sangat tertinggal berjalan efektif hingga akhir tahun 2019 lalu. Dimana sejak awal kepemimpinan dari Gubernur Sulut Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw (OD-SK) dari 84 desa sangat tertinggal, kini tersisa 12 desa.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Daerah (DPMD) Sulut, Royke Mewoh mengungkapkan bahwa, OD-SK disatu periode kepemimpinan terakhir ini terus berupaya menuntaskan seluruh desa sangat tertinggal

Bacaan Lainnya

“Masih ada satu tahun lagi. Ya,mudah-mudahan kepemimpinan pertama OD-SK sudah tidak ada lagi desa sangat tertinggal di Sulut,” ujar Mewoh kepada sejumlah media di salah satu rumah kopi di Kota Manado, Rabu (08/01/2020) siang tadi.

Lanjutny, untuk indikator yang menjadikan desa masih tertinggal diantaranya dilihat dari sisi pelayanan pemerintahan berupa sektor kesehatan, lingkungan hidup, pendidikan hingga persoalan jarak pelayanan kesehatan pun menjadi ukiran.

“Oleh analisis dilapangan itulah tinggal 12 desa yang masih sangat tertinggal di Sulut,” ungkapnya.

Diketahui 12 desa yang masuk kategori sangat tertinggal/miski di Sulut itu seperti, 6 desa di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Minahasa Selatan 1 desa,Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) 3 desa dan 2 desa terdapat di Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel). (Mild70/*)

Pos terkait