SULUT – Di koridor Gedung Cengkih, sebutan akrab kantor DPRD Sulawesi Utara, langkah kaki Royke Reynald Anter, S.E., M.E., kini terasa lebih bermakna. Sejak resmi dilantik menjadi Wakil Ketua DPRD pada Mei 2025 lalu, tanggung jawab yang dipikul politisi asal Manado ini tak lagi sekadar mewakili konstituennya, melainkan menjaga marwah institusi legislatif di Bumi Nyiur Melambai.
Royke bukanlah wajah baru di panggung politik Sulawesi Utara. Kepercayaan yang ia emban saat ini merupakan buah dari dedikasi panjangnya selama belasan tahun di level kota.
Lahir dan besar di Manado, Royke dikenal sebagai akademisi sekaligus praktisi politik yang matang. Ia menyandang gelar Sarjana Ekonomi (S.E.) dan Magister Ekonomi (M.E.), latar belakang yang membuatnya sangat kritis namun solutif, memberinya perspektif tajam dalam menyoroti anggaran daerah dan memastikan setiap rupiah dalam APBD menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
Sebagai kader setia Partai Demokrat, Royke memiliki rekam jejak organisasi yang kuat. Selain menjabat sebagai pimpinan dewan, ia merupakan mantan Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPRD Sulut. Dedikasinya di internal partai juga terlihat saat ia ditunjuk menjadi Ketua Panitia Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Partai Demokrat Sulawesi Utara pada November 2025, sebuah agenda besar yang dihadiri oleh pimpinan pusat dan daerah.
Sebelum melangkah ke level provinsi, Royke Anter adalah figur sentral di DPRD Kota Manado. Tak tanggung-tanggung, ia dipercaya rakyat untuk duduk sebagai legislator di DPRD Kota Manado selama tiga periode berturut-turut.
Memulai debutnya sejak periode 2009-2014, Royke tumbuh menjadi politisi yang paham betul seluk-beluk permasalahan ibu kota. Pengalaman tiga periode di tingkat kota menjadikannya sosok yang matang dalam urusan legislasi, pengawasan, dan penganggaran. Ia dikenal sebagai legislator yang vokal namun tetap mengedepankan etika, sebuah modal penting yang kini ia bawa ke tingkat provinsi sebagai salah satu pimpinan dewan.
Meski kini duduk di kursi pimpinan, Royke enggan terkurung di balik meja kerja yang nyaman. Pada agenda Reses I tahun 2026 di kawasan Ternate Tanjung, pemandangan akrab terlihat Royke duduk melingkar bersama warga, mendengar keluhan soal drainase hingga bantuan sosial bagi lansia.
“Politik itu bukan soal jabatan, tapi soal seberapa jauh kita bisa membawa suara mereka yang tak terdengar ke dalam kebijakan,” ujar Royke. Baginya, pengalaman bertahun-tahun melayani warga Manado di tingkat kota adalah kompas yang mengarahkannya dalam memperjuangkan aspirasi yang lebih besar di tingkat Sulawesi Utara.
Sebagai salah satu pimpinan DPRD Sulut, peran Royke kini jauh lebih luas. Ia tidak lagi hanya fokus pada satu bidang, melainkan aktif terlibat dalam rapat-rapat di semua komisi (Komisi I hingga IV). Kehadirannya dalam rapat-rapat lintas komisi ini krusial untuk memastikan sinkronisasi kebijakan antara bidang pemerintahan, ekonomi, pembangunan, hingga kesejahteraan rakyat.
Baik saat membahas sengketa lahan bersama Komisi I, masalah kesehatan di Komisi IV, hingga pengawasan proyek infrastruktur di Komisi III, Royke hadir untuk memberikan arahan strategis. Tak hanya itu, Royke juga sering terlihat memfasilitasi dialog damai saat terjadi aksi demonstrasi mahasiswa maupun ormas di depan gedung dewan.
“Sebagai pimpinan, saya harus memastikan setiap komisi bekerja sesuai relnya dan semua aspirasi warga yang masuk tidak ada yang tercecer,” tegasnya.
Menatap sisa masa jabatan hingga 2029, tantangan Royke tentu tidak ringan. Namun, dengan bekal pengalaman tiga periode di Kota Manado dan gaya kepemimpinan yang inklusif, Royke optimis bisa memberikan warna baru bagi pembangunan Sulawesi Utara.
Bagi banyak orang, Royke Anter adalah representasi politisi modern. Ia aktif di media sosial untuk transparansi melalui @roykeanterofficial, namun tetap menjaga tradisi bakudapa (bertemu langsung) dengan rakyat. Di bawah kepemimpinannya, masyarakat berharap Gedung Cengkih bukan sekadar simbol kekuasaan, melainkan rumah bagi setiap harapan warga.
Menjaga Denyut Aspirasi dari Gedung Cengkih: Catatan Perjalanan Royke Anter










