E2L “Dizolimi”, Tokoh Tiga Etnis Sulut Dorong Bertarung di Pilgub

  • Whatsapp
E2L “Dizolimi”, Tokoh Tiga Etnis Sulut Dorong Bertarung di Pilgub

Manado, detiKawanua.com – Tokoh-tokoh masyarakat dari tiga etnis di Sulawesi Utara (Bolmong Raya, Minahasa Raya, dan Nusa Utara) mendorong Elly Engelbert Lasut (E2L) maju bertarung di pemilihan gubernur (Pilgub) 2020 mendatang.

Penegasan ini disampaikan rombongan tokoh-tokoh masyarakat tiga etnis bersama pimpinan partai politik di Sulut yang dipimpin Syahrial Damopolii, saat mendatangi kantor sekretariat Partai Nasional Demokrat (NasDem) Sulut, Jalan Yos Sudarso, Kairagi-Tikala, Kota Manado, Jumat (6/12) lalu.

Bacaan Lainnya

“Kami minta Partai NasDem mengakomodir E2L supaya maju di Pilgub Sulut sebagai Calon Gubernur Sulut periode 2020-2025,” ucap tokoh senior BMR ini.

Rombongan tersebut disambut baik oleh Sekretaris Partai NasDem Sulut Vicktor Mailangkay bersama tim penjaringan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut pada Jumat 06/12/2019 di sekretariat DPW Nasdem Sulut, Jalan Jos Sudarso, Kairagi Tikala, Kota Manado.

“Sesuai motto NasDem salam perubahan, kami minta DPP agar rekomendasi Partai NasDem diberikan ke E2L. Karena kami dari masyarakat melihat saudara Elly Lasut sering dizolimi setiap kali momentum Pilkada di Sulut. Bahkan sampai hari ini, beliau belum dilantik sebagai Bupati Talaud, padahal dia sebagai pemenang Pilkada Kabupaten Talaud,” tegas Syahrial.

Sementara terlihat partai politik yang ikut dalam rombongan tersebut Partai Berkarya, PKPI, Partai Garuda, dan PBB.

Ketua Partai Berkarya Sulut yang juga menjadi koordinator pimpinan parpol, Paulus Pangau mengatakan, mereka berterima kasih kepada NasDem yang sudah menerima mereka.

“Rombongan dari tiga suku daerah ini mulai dari BMR, Minahasa dan Nusa Utara, serta saya, berterima kasih dari pimpinan partai nasdem yang sudah menerima kami,” ucapnya.

“Kecintaan masyarakat Sulut kepada E2L sangat besar. Mereka mau sama-sama ikut ke NasDem, mamun kami membatasi. Karena mengingat akan terjadi kemacetan lalu lintas, dan mengganggu aktifitas masyarakat di Kota Manado,” tandasnya.

(*/Redaksi)

Pos terkait