Wagub Kandouw, BNPB dan Biro Kesra Seriusi Potensi Bencana di Sulut

  • Whatsapp

Sulut, detiKawanua.com – Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) merupakan salah satu daerah di Indonesia yang mempunyai potensi bencana paling lengkap dan cukup rawan, yang ditambah dengan adanya keberadaan gunung berapi aktif. Hal tersebut diungkapkan Wakil Gubernur Sulut, Steven Kandouw dalam Rapat Koordinasi (rakor) Penguatan Penanganan Bencana Daerah Provinsi Sulut yang digelar di Manado, Kamis (28/11/2019) dan dihadiri
Deputi Pencegahan Kesiapsiagaan BNPB (Badan Nasional Penanganan Bencana), Lilik Kurniawan beserta Asisten Deputi Pengurangan Resiko Bencana Kemenko PMK RI Iwan Eka Setiawan, dan Kepala Biro Kesra Setdaprov Sulut dr Kartika Devi Kandouw-Tanos.
“Karena Sulut dalam wilayah yang memiliki kondisi geografis, geologis, hidrologis dan demografis yang memungkinkan terjadinya bencana dengan frekuensi tinggi,” terang Kandouw sambil menegaskan tentang pentingnya pelaksanaan rakor dimaksud guna secara cepat tanggap dalam hal penanganan bencana di Sulut.
“Menurut hemat saya kiranya kegiatan ini jangan hanya setahun sekali, tapi tiga kali dalam setahun kegiatan ini selalu dilaksanakan, dilanjutkan dengan latihan. Karena dengan latihan kita bisa tahu apa yang kita perlukan,” ungkapnya.
Selain Basarnas dan TNI-Polri, juga dimintakan wagub agar pemerintah daerah setempat juga harus siap menangani bencana.
“Jangan hanya teori-teori saja, tapi harus ada rakor (secara rutin) agar kita bisa tahu kesiapan logistik dan bagaimana SDM kebencanaan kita hingga dimana roadmap mitigasi bencana kita,” ujarnya.
Terkait itu juga, Kandouw juga menjelaskan upaya dari Gubernur (Olly Dondokambey) dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di Sulut melalui sektor pariwisata yang oleh karennya ada sebagian daerah tujuan wisata yang tentunya dilengkapi dengan sertifikasi bencana, baik itu untuk bangunan gedung juga SDM (Sumber Daya Manusia), yang orientasinya seperti di negara Jepang dengan indikasinya semua lengkapa.
“Kita harus memiliki guide (panduan) dalam hal ini bukan hanya knowledge (pengetahuan) infrastrukturnya dengan fisiknya SDM-nya, juga harus orang yang benar-benar tangguh dan tanggap menghadapi bencana,” ujar Kandouw dengan harapan agar pelaksanaan rakor tersebut dapat memperkuat kesiapsiagaan tentang tanggap bencana.
“Saya pun mengajak bagi semua pihak untuk selalu berdoa kepada Tuhan, agar tidak terjadi bencana,” tandas wagub.
Sebelumnya Kabiro Kesra Setdaprov Sulut dr Kartika Devi Kandouw-Tanos dalam laporannya menerangkan tujuan dilaksanakannnya kegiatan ini adalah untuk mensinkronkan kebijakan pemerintah secara terpadu pada setiap pemangku kebijakan baik pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota untuk mewujudkan amanat Undang Undang terkait penguatan penanganan bencana daerah.
“Kegiatan ini dilaksanakan untuk sinkronisasi dan koordinasi kebijakan program dan kegiatan, juga tersedianya usulan rekomendasi dan laporan pelaksanaan kegiatan terkait penguatan penanganan bencana daerah,” terang dr Devi.
Adapun rakor tersebut diikuti peserta para Kepala BPBD, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Bagian Kesra Kabupaten/Kota, unsur Perangkat Daerah, TNI/Polri, Basarnas, PMI, Tagana serta Relawan Bencana/Pemerhati/Ormas/LSM Bidang Pendidikan Penanggulangan Bencana. (Mail70/*)

Pos terkait