Pertegas Reforma Agraria , KPA dan Serikat Petani Minta Presiden Evaluasi Kembali

  • Whatsapp

MINSEL ,  detiKawanua.com –
Sekjen KPA : “Presiden Jokowi diharapkan  lebih serius terkait Reforma Agraria”.

Salah satu program terbaik yang pro rakyat dari presiden jokowi  adalah Reforma Agraria dan sesuai evaluasi dan kajian dari KPA  jokowi jilid satu, menurut KPA selama 5 tahun kepemimpinan Jokowi masih belum maksimal realisasi Reforma Agraria, dimana mengacu pada janji dan komitmen politik Presiden  terkait Reforma Agraria yaitu  9 juta hektar tanah akan di redistribusi tapi kenyataannya masih belum maksimal akan realisasi janji itu kata Dewi.

Bacaan Lainnya

Dalam pelaksanaannya memang perlu keseriusan  dari semua yang terkait termasuk kementrian ATR para gubernur, walikota/bupati serta instansi terkait lainnya dalam pelaksanaan realisasi program ini sehingga benar-benar program ini bisa terealisasi, karena kalau  mengacu pada perpres nomor 86 tahun  2018 tentang Reforma Agraria yang intinya mengatur tumpang tindi penguasaan dan kepemilikan tanah,kepastian hukum, ketimpangan  dan strukrur penguasaan tanah yang berkeadilan, tidak ada pengakuan tanah dan kelompok-kelompok yang menguasai tanah yang begitu besar sehingga terjadi keadilan di sana, masyarakat yang miskin bisa mendapatkan/menikmati program ini ungkap sekjen KPA Dewi Kartika

Kita meminta realisasi Reforma Agraria ini di pimpin langsung oleh Presiden jangan hanya di lakukan oleh level mentri apalagi kalau mengacu pada nawacita Presiden nomor 5 soal target Redistribusi tanah 9 juta hektar bisa terealisasi karena pada jilid satu  pemerintahan Jokowi belum memuaskan  tutur sekjen.

Kordinator KPA Sulut Simon Aling sangat berharap agar ke depan program ini bisa lebih cepat dan lebih banyak lagi desa yang menikmati program ini karena sesuai data yang ada kepada kami sudah  ada kurang lebih 20 desa kelompok masyarakat tani lokal yang sudah kami dampingi dan kami dorong untuk di usahakan agar   bisa mendapatkan program ini ungkap  hukum tua yang baru terpilih kembali ini dan desanya satu-satunya di sulewesi utara yang sudah menikmati program Reforma  Agraria dengan Jumlah 500 lebih hektar tanah yang sudah di redistribusi.

Hal senada di sampaikan oleh kordinator Serikat Petani  Minahasa/ KPA Minsel Noldy Poluakan sangat berharap agar realisasi program ini lebih cepat agar ada kepastian hukum bagi masyarakat yang  sudah menguasai, mengola, menanam dengan   tanaman keras di tanah HGU baik yang sudah habis massa kontraknya atau tanah yang sedang dalam proses administrasi  lainnya  sebagian besar masyarakat yang sudah mengelola tanah HGU tersebut sudah di lakukan puluhan tahun dan juga masyarakat miskin sehingga itu menjadi tumpuan hidup ekonomi dari kelompok masyarakat tersebut yang  menamakan diri mereka Organisasi Tani Lokal (OTL)  tutup Poluakan.
( Vandytrisno/pst )

Pos terkait