MANADO – Peta politik di Sulawesi Utara kembali bergerak dinamis menyusul kabar mengejutkan dari salah satu tokoh muda dan aktivis sosial, Harvey Wowor, SH. Mantan Wakil Ketua Bidang Sosial dan Tanggap Bencana PDK Kosgoro 1957 Sulawesi Utara tersebut secara resmi menyatakan bergabung dengan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) sekaligus berpamitan dari organisasi Kosgoro yang selama ini membesarkan namanya.
Keputusan besar ini diambil Harvey sebagai langkah baru dalam melebarkan sayap perjuangan politik dan pengabdiannya kepada masyarakat luas. Langkah politik Harvey ini juga disebut-sebut mendapat perhatian dan dorongan positif dari figur-figur strategis di internal partai.
Bergabungnya Harvey Wowor ke Hanura dinilai banyak pihak sebagai langkah taktis yang sangat tepat. Di dalam partai, ia akan bersinergi dengan Ketua Umum DPD Hanura Sulut Ade Saerang, sosok politisi senior yang dikenal luas sebagai praktisi pendidikan yang memiliki visi besar terhadap pengembangan sumber daya manusia (SDM) di Sulawesi Utara.
Kehadiran Ade Saerang dinilai sangat sejalan dengan latar belakang Harvey Wowor yang aktif mengelola Yayasan Garda Bintang Kencana (GBK), sebuah institusi yang bergerak di bidang pendidikan dan pelatihan penerbangan. Kolaborasi kedua figur ini diprediksi akan memperkuat komitmen Partai Hanura dalam mengawal isu-isu pendidikan vokasi, pelatihan kerja bandara, dan peningkatan mutu generasi muda agar siap bersaing di industri penerbangan nasional maupun internasional.
Saat dikonfirmasi, Harvey Wowor membenarkan keputusannya untuk melabuhkan pilihan politiknya ke Partai Hanura. Ia menilai partai berlambang Hanura tersebut memiliki visi, misi, dan komitmen yang sejalan dengan idealisme mudanya.
“Ini adalah keputusan yang sudah saya pertimbangkan dengan matang. Partai Hanura memiliki komitmen yang kuat terhadap hati nurani rakyat. Bersama tokoh-tokoh hebat seperti Pak Ade Saerang yang sangat peduli pada dunia pendidikan, saya merasa di sinilah tempat yang tepat bagi saya untuk berkontribusi lebih nyata bagi pembangunan daerah,” ujar Harvey, Senin (22/06/2026).
Terkait keputusannya meninggalkan PDK Kosgoro 1957 Sulut, organisasi sayap kemasyarakatan yang identik dengan Partai Golkar, Harvey menegaskan bahwa hubungan dirinya dengan seluruh pengurus tetap berjalan dengan sangat baik. Ia menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya atas kebersamaan dan ruang yang diberikan kepadanya selama aktif memimpin aksi-aksi kemanusiaan.
“Kosgoro adalah rumah yang luar biasa. Saya belajar banyak tentang arti pengabdian, turun langsung ke masyarakat saat bencana, dan mengorganisasi aksi sosial di sana. Saya pamit secara baik-baik demi menempuh jalur pengabdian yang baru. Rasa hormat dan silaturahmi saya dengan senior serta rekan-rekan di Kosgoro tidak akan pernah putus,” tambah Harvey.
Langkah Politik Baru Harvey Wowor: Pamit dari Kosgoro Demi Berjuang Bersama Partai Hanura










