MANADO – Yayasan Garda Bintang Kencana (GBK) Training Center melaksanakan pembekalan Safety & Security untuk mencetak tenaga kerja profesional yang siap bekerja di bidang penerbangan (aviasi), termasuk Staff Airlines/Bandara, Ground Handling, dan Aviation Security.
Kegiatan ini dilaksanakan untuk memberikan pengetahuan kepada siswa yayasan GBK terkait keamanan dan keselamatan di bandara, juga memastikan kelancaran operasional. Selain itu, kegiatan ini juga diselenggarakan untuk memperingati Hari Kartini 21 April 2026.
Diketahui, narasumber Pembekalan Safety & Security disampaikan oleh Stefani D.J. Kojongian, Airport Security Departemen Head Bandara Sam Ratulangi Manado.
Dalam pembekalannya, Stefani memastikan semua siswa memahami dan mampu menangani situasi rutin maupun darurat di dalam maupun di luar pesawat. Pelatihan ini juga mencakup pengetahuan mendalam tentang prosedur keselamatan, pertolongan pertama, serta penanganan ancaman keamanan.
Sementara itu, Ketua Yayasan GBK, Harvey Wowor menyampaikan, kegiatan ini dilaksanakan bertepatan dengan bulan peringatan Hari Kartini di tahun 2026, yang diprioritaskan untuk siswa perempuan di Yayasan GBK untuk mengikuti pembekalan.
“Alasan kegiatan ini dilaksanakan pada Hari Kartini, karena merupakan momentum merayakan emansipasi dan peran perempuan sebagai Srikandi Penerbangan yang kuat, tulus, dan berdedikasi,” ujarnya.
“Momentum peringatan ini juga menunjukkan peran petugas perempuan dalam memajukan industri penerbangan Indonesia,” imbuhnya.
Menurut Harvey, pendidikan bagi perempuan merupakan perihal yang sulit untuk di dapatkan pada masa Raden Ajeng Kartini. Banyaknya peraturan dan larangan yang ada pada masa itu, sehingga membuat Kartini memiliki pemikiran yang membuat ia memperjuangkan pendidikan bagi kaum perempuan di Indonesia.
Lanjut Harvey yang juga sebagai Wakil Ketua PDK Kosgoro Sulut Bidang Sosial dan Tanggap Bencana ini, semangat perjuangan emansipasi perempuan dengan kutipan inspiratif “Habis Gelap Terbitlah Terang”. Kalimat ini menekankan keberanian bermimpi, kemandirian, dan peran perempuan hebat dalam keluarga maupun masyarakat.
“Selamat Hari Kartini 2026. Jadikan momentum ini sebagai pengingat untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan bagi kaum perempuan di Indonesia,” tegasnya.
Tak hanya itu, Harvey memberikan apresiasi khususnya kepada Bendahara Yayasan GBK, Gleadys Rotty. Harvey menyebut Bendahara Yayasan GBK adalah Kartini masa kini.
“Ibu Gleadys adalah perempuan mandiri dan berani berkarya. Ia juga mampu menyeimbangkan peran domestik dan profesional, juga berprestasi, sehingga pengaruhnya bisa dirasakan oleh Yayasan GBK,” tandasnya









