SULUT – Ketua Fraksi Partai Demokrat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Ronald Sampel, mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk memaknai momentum Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober bukan sekadar sebagai upacara seremonial tahunan. Legislator vokal asal daerah pemilihan (Dapil) Nusa Utara ini menegaskan bahwa esensi utama dari peringatan ini adalah implementasi nyata nilai-nilai Pancasila dalam merawat persatuan bangsa serta mewujudkan keadilan sosial yang merata.
Menurut Ronald, Hari Kesaktian Pancasila merupakan titik balik sejarah penting bagi bangsa Indonesia untuk mengingat kembali bagaimana ideologi Pancasila tetap kokoh berdiri menghadapi berbagai guncangan dan ancaman disintegrasi. Bagi wilayah Sulawesi Utara, khususnya kawasan perbatasan dan kepulauan di Nusa Utara (Sangihe, Talaud, dan Sitaro), persatuan dan keadilan ini harus diwujudkan dalam bentuk pemerataan pembangunan.
“Hari Kesaktian Pancasila mengingatkan kita akan ketangguhan bangsa yang disatukan oleh satu ideologi. Di era sekarang, tugas kita di lembaga legislatif dan pemerintahan adalah memastikan keadilan sosial yang terkandung dalam sila kelima benar-benar dirasakan oleh masyarakat, terutama mereka yang berada di beranda terdepan NKRI,” ujar Ronald, Kamis (01/10/2026).
Sebagai anggota Komisi III DPRD Sulut yang membidangi pembangunan, Ronald menekankan bahwa Pancasila harus menjadi kompas moral dan jangkar dalam setiap pengambilan kebijakan politik anggaran. Sinergi gotong royong antarelemen pemerintahan diperlukan agar alokasi anggaran daerah tidak hanya berfokus pada wilayah perkotaan (sentrisitas kota), melainkan menyentuh kebutuhan mendasar masyarakat kepulauan.
Politisi Partai Demokrat ini secara konsisten menyuarakan percepatan perbaikan infrastruktur jalan, fasilitas drainase pemukiman, penguatan konektivitas transportasi laut, hingga stabilitas ekonomi di wilayah perbatasan. Ronald menilai ketimpangan infrastruktur antarwilayah daratan utama dan kepulauan adalah tantangan nyata yang harus diselesaikan untuk mengejawantahkan nilai-nilai keadilan Pancasila.
“Ketika berbicara tentang Pancasila yang sakti, maka kita berbicara tentang negara yang hadir untuk rakyatnya. Di Komisi III, kami berkomitmen penuh memastikan APBD Provinsi Sulawesi Utara dialokasikan secara proporsional demi meminimalisasi ketimpangan dan mendorong kemakmuran di pelosok Nusa Utara,” tambah Ketua DPC Partai Demokrat Sangihe tersebut.
Selain menyoroti aspek pembangunan fisik, legislator dua periode ini juga menitipkan pesan mendalam kepada generasi muda di Bumi Nyiur Melambai. Di tengah pesatnya digitalisasi dan paparan budaya luar yang berpotensi memicu polarisasi sosial, Ronald berharap kaum muda dapat menjadikan Pancasila sebagai benteng moral terdepan.
Ia mendorong generasi muda aktif dalam kegiatan positif, seperti menjaga kelestarian lingkungan pesisir kepulauan, menumbuhkan sikap toleransi beragama, serta lebih selektif dalam menyaring paham-paham baru yang bertentangan dengan norma adat dan bangsa.
“Harapan saya kepada generasi muda saat ini adalah untuk terus menjiwai dan mengamalkan butir-butir Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Jangan sampai Pancasila hanya dihafalkan saat upacara, tetapi harus mewujud dalam tindakan gotong royong, saling menghormati perbedaan, dan bersama-sama menjaga keutuhan NKRI,” pungkasnya dengan optimistis.









