MANADO – Peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang jatuh pada Kamis, 1 Oktober 2026, menjadi momentum krusial bagi seluruh elemen bangsa untuk memperkuat komitmen terhadap dasar negara. Menanggapi momen bersejarah ini, Ketua Umum Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Provinsi Sulawesi Utara, Donal Pakuku, S.IP, menyampaikan seruan kebangsaan yang mendalam bagi generasi muda, khususnya para pemuda dan remaja masjid di seluruh jazirah utara Sulawesi.
Donal Pakuku mengajak seluruh elemen pemuda untuk menjadikan Pancasila bukan sekadar simbol negara, melainkan benteng hidup yang membentengi ideologi bangsa sekaligus menuntun tindakan nyata dalam merawat nilai-nilai toleransi.
Menurut Donal, esensi dari “Kesaktian Pancasila” tidak boleh hanya terjebak pada ritual seremonial tahunan atau sekadar mengenang lembaran sejarah masa lalu. Sebaliknya, makna terdalamnya terletak pada bagaimana nilai-nilai luhur dari kelima sila tersebut diaktualisasikan dalam kebijakan publik, kehidupan sosial, dan interaksi bermasyarakat sehari-hari di era modern.
Di tengah derasnya arus globalisasi, disinformasi, digitalisasi, serta potensi polarisasi sosial, generasi muda dituntut untuk berdiri kokoh sebagai filter ideologis yang menangkal radikalisme dan perpecahan.
“Tugas sejarah pemuda hari ini telah bergeser. Jika para pahlawan dan kusuma bangsa terdahulu mengorbankan jiwa dan raga untuk mempertahankan Pancasila dari ronggongan pemberontakan fisik, maka pemuda zaman sekarang memiliki kewajiban mempertahankan Pancasila melalui kontribusi positif, kemandirian ekonomi, penguasaan teknologi, serta penguatan karakter yang berbasis pada moralitas agama,” ujar Donal Pakuku.
Sebagai pemimpin yang menahkodai kepengurusan DPW BKPRMI Sulawesi Utara periode 2026–2031, Donal menekankan adanya tanggung jawab besar yang dipikul oleh organisasinya. Dengan basis massa pemuda remaja masjid yang tersebar di kurang lebih 1.245 masjid di seluruh Sulawesi Utara, BKPRMI memegang peranan strategis sebagai laboratorium peradaban.
“Jumlah 1.245 masjid di Sulawesi Utara ini merupakan ruang strategis yang sangat besar untuk membina umat. Pemuda dan remajanya adalah tanggung jawab moral BKPRMI,” tegas Donal. “Kami berkomitmen menjadikan masjid sebagai pusat peradaban yang inklusif. Di sinilah tempat kita menanamkan jiwa nasionalisme yang seimbang dengan keimanan (religious-nationalism), sehingga lahir generasi yang relijius, cerdas, berintegritas, dan cinta tanah air,” sambungnya.
Lebih lanjut, tokoh muda yang juga aktif sebagai Presidium Majelis Daerah (MD) KAHMI Bolaang Mongondow Timur ini mengapresiasi reputasi Sulawesi Utara yang selama ini dikenal secara nasional sebagai salah satu daerah dengan indeks toleransi tertinggi di Indonesia. Menurutnya, Pancasila adalah payung besar yang memungkinkan keberagaman suku, ras, dan agama di Bumi Nyiur Melambai berjalan beriringan dengan harmoni yang indah.
“BKPRMI Sulawesi Utara berkomitmen penuh untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Provinsi di bawah arahan Gubernur, aparat keamanan (TNI-Polri), serta organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP) lintas agama lainnya. Kita harus membuktikan bahwa perbedaan keyakinan bukanlah pemisah, melainkan modal sosial yang sangat kaya untuk bergotong royong membangun daerah,” tambah pengusaha muda ini.
Melalui momentum Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2026 ini, DPW BKPRMI Sulut mengajak seluruh jajaran pengurus di tingkat daerah kabupaten/kota hingga tingkat kecamatan untuk terus merapatkan barisan, menjaga soliditas, dan melahirkan program-program kerja nyata yang berdampak langsung bagi kemaslahatan masyarakat luas.









