Example floating
Example floating
Example 468x60
HEADLINEMANADOPOLITIK/PEMERINTAHANSULAWESI UTARA

Dari Kuli Aspal dan Sopir Kopaja hingga Kursi Parlemen: Kisah Inspiratif Politisi Sulut Louis Carl Schramm

×

Dari Kuli Aspal dan Sopir Kopaja hingga Kursi Parlemen: Kisah Inspiratif Politisi Sulut Louis Carl Schramm

Sebarkan artikel ini

MANADO – Perjalanan hidup seseorang menuju puncak kesuksesan sering kali penuh dengan liku-liku tajam. Hal ini digambarkan secara apik oleh Louis Carl Schramm, Ketua DPC Partai Gerindra Kota Manado sekaligus Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) periode 2024–2029.

Dalam tayangan Live Podcast Tribunnews Manado yang berlangsung di studio Kantor Tribun Manado, Jalan A.A Maramis, Mapanget, Kota Manado, Jumat (4/9/2026) siang, Louis membagikan kisah masa kecilnya yang sederhana hingga perjuangan kerasnya merantau demi meraih pendidikan tinggi.

Masa Kecil di Tepi Pantai Kampung Pondol

Louis lahir di Manado pada 22 April 1970. Ia mengidentifikasi dirinya sebagai “Orang Borgo”, sebutan khas warga keturunan yang banyak mendiami pesisir pantai dari Manado hingga Minahasa.

“Waktu kecil kita (saya) tinggal di Pondol, daerah Sam Ratulangi yang sekarang sudah jadi kawasan Boulevard. Besar di tepi pantai. Kehidupan sehari-hari dengan nelayan merupakan bagian erat dari masa kecil kami,” kenang Louis dengan antusias.

Pendidikan dasarnya ditempuh di lingkungan sekolah Katolik khusus laki-laki, mulai dari SD Katolik 3 Frater Don Bosco hingga SMP dan SMA Frater Don Bosco Manado. Bersekolah di sana merupakan kebanggaan besar baginya, meskipun situasi saat itu belum digabung dengan siswa perempuan seperti sekarang.

Merantau ke Kalimantan: Menjadi Kuli Aspal Jalanan

Lulus dari bangku SMA, Louis dihadapkan pada realitas ekonomi yang sulit. Orang tuanya yang bekerja di PT Jiwasraya tidak memiliki cukup biaya untuk menguliahkannya. Alih-alih menyerah, pemuda Louis memilih merantau ke Balikpapan, Kalimantan Timur, dari tahun 1989 hingga akhir 1991.

“Namanya baru lulus sekolah dan dari keluarga kurang mampu, saya harus cari uang sendiri untuk kuliah. Di Balikpapan saya kerja serabutan, jadi kuli jalanan yang mengaspal jalan secara manual pakai kaleng siram, belum pakai teknologi canggih seperti sekarang,” ujarnya.

Sadar bahwa ia tidak bisa terus-menerus berada di posisi tersebut, Louis mengumpulkan upahnya dan memutuskan mengadu nasib ke ibu kota Jakarta.

Menjadi Sopir Kopaja P19 Demi Kuliah Hukum

Di Jakarta, perjuangan Louis tidak langsung mulus. Ia sempat bekerja mengantar kembang di kawasan Blok M menggunakan sepeda karena tidak memiliki modal transportasi. Beruntung, ia ditampung oleh keluarga bermarga Awondatu yang memiliki usaha kos-kosan.

Demi membiayai kuliahnya di Fakultas Hukum Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Louis melakoni pekerjaan sebagai sopir bus Kopaja P19 dengan rute Tanah Abang–Ragunan. Di saat yang sama, ia juga dikenal sangat aktif sebagai aktivis mahasiswa hingga terpilih menjadi Ketua Senat Mahasiswa Perguruan Tinggi (SMPT) Atma Jaya.

Ada cerita menggelitik yang diingatnya saat ia harus membagi waktu antara menyetir Kopaja dan memimpin mahasiswa.

“Waktu saya jadi Ketua Senat, mahasiswa kan naiknya bus. Pas bus yang saya bawa itu dinaiki mahasiswa Atma Jaya, saya langsung turunin topi biar tidak ketahuan. Mahasiswa kan sukanya duduk di depan. Saat lagi menyetir, mereka bisik-bisik, ‘Lihat-lihat sopir ini? Kayak kenal ini sopir ini.’ Tiba-tiba mereka berteriak, ‘Bang Lucky!'” cerita Louis sambil tertawa.

Mengubah Haluan demi Membantu Masyarakat

Meski cita-cita masa kecilnya adalah menjadi seorang diplomat agar bisa ditempatkan di luar negeri, garis tangan menuntun Louis ke arah lain. Ia memilih jalur hukum agar bisa menolong sesama, yang kemudian membawanya sukses menjadi advokat lulusan S1 dan S2 Hukum, hingga akhirnya terjun ke dunia politik praktis.

Kini, Louis Carl Schramm aktif mengemban amanah rakyat sebagai Ketua Fraksi Gerindra dan Wakil Ketua Komisi IV DPRD Sulawesi Utara, membuktikan bahwa latar belakang ekonomi yang sulit bukanlah penghalang untuk menjadi tokoh yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

error: Content is protected !!