MANADO – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Royke Reynald Anter, melaksanakan kegiatan reses masa persidangan ketiga tahun 2026. Kegiatan ini bertempat di Kantor Kelurahan Karame, Kecamatan Singkil, Kota Manado, pada Selasa (03/08/2026).
Acara tersebut berlangsung interaktif dengan dihadiri oleh pemerintah kelurahan, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga setempat.
Lurah Karame, Iskandar Polontalo, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam atas kedatangan pimpinan DPRD Sulut tersebut.
“Syukur Alhamdulillah Pak Dewan bisa hadir di sini mendengarkan aspirasi khususnya yang berada di Kelurahan Karame. Dalam pertemuan ini, silakan Bapak Ibu menyampaikan aspirasi kepada anggota dewan ini untuk bermanfaat demi kelanjutan kegiatan yang ada di Kelurahan Karame,” ujar Iskandar.
Warga pun memanfaatkan momen tersebut untuk menyampaikan berbagai permasalahan krusial yang mereka hadapi sehari-hari. Isu lingkungan, keamanan, hingga pendidikan menjadi sorotan utama dalam sesi tanya jawab.
Seorang tokoh masyarakat, Steward Mandagi, menyoroti masalah penumpukan sampah di bantaran sungai yang belum terealisasi penanganannya dengan baik, sehingga memicu bau tidak sedap. Selain masalah lingkungan, ia juga mengeluhkan maraknya aksi kriminalitas, perjudian, dan konsumsi minuman keras (miras) oleh anak muda di lingkungan sekitar.
Keluhan hangat juga disampaikan oleh Meilaya, seorang ibu rumah tangga. Ia mencurahkan isi hatinya terkait sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk tingkat SD, SMP, dan SMA yang dinilai membingungkan dan memberatkan orang tua murid. Selain kendala sistem zonasi dan verifikasi data yang rumit, ia mengkritik masih adanya pungutan biaya di sekolah negeri yang diklaim gratis oleh pemerintah.
Di sisi lain, kebutuhan spiritual juga menjadi perhatian. Ketua BTM Masjid Al-Maghfirah, Husein Kaling, mengajukan permohonan dukungan dan informasi terkait akses dana hibah dari Pemerintah Provinsi Sulut. Dana tersebut rencananya akan digunakan untuk pembongkaran dan renovasi total bangunan masjid yang kondisi tiang besinya sudah mulai lapuk.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Royke Anter menegaskan komitmennya untuk mengawal seluruh aspirasi masyarakat Karame, baik yang menjadi kewenangan pemerintah kota, provinsi, maupun pusat.
“Tugas saya sebagai wakil rakyat adalah membawa dan memperjuangkan seluruh aspirasi warga Sulawesi Utara. Semua keluhan ini akan saya rangkum dan masukkan ke dalam Laporan Hasil Reses DPRD untuk ditindaklanjuti bersama pihak eksekutif,” tegas politisi Partai Demokrat tersebut.
Terkait masalah sampah dan keamanan, Royke mendorong peningkatan sinergi antara warga, pemerintah kelurahan, dan pihak kepolisian. Sementara untuk isu pendidikan dan permohonan bantuan tempat ibadah, ia berjanji akan menkordinasikannya secara langsung dengan dinas terkait di tingkat Provinsi Sulut agar segera mendapatkan solusi konkret. Politisi senior Partai Demokrat ini secara pribadi berjanji akan menyumbangkan bantuan 50 sak semen untuk pembangunan masjid tersebut.
Royke Anter Jaring Aspirasi di Karame: Warga Keluhkan Sampah, Kamtibmas, hingga Karut-Marut PPDB










