Example floating
Example floating
HEADLINEMANADOSULAWESI UTARA

Pilih Investigasi Listrik Bunaken Ketimbang Upacara di Pemprov, Taufik Tumbelaka Kritik Keras PLN Sulut

×

Pilih Investigasi Listrik Bunaken Ketimbang Upacara di Pemprov, Taufik Tumbelaka Kritik Keras PLN Sulut

Sebarkan artikel ini

MANADO – Pengamat Politik dan Pemerint Utara (Sulut), Taufik M. Tumbelaka, mengambil langkah mengejutkan pada momen Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026) pagi. Dirinya lebih memilih bertolak ke Pulau Bunaken, Manado, didampingi seorang rekan wartawan, ketimbang menghadiri undangan resmi Upacara Kemerdekaan dari Pemerintah Provinsi Sulut di Kantor Gubernur.

Langkah ini diambil Tumbelaka bukan tanpa alasan. Kehadirannya di Pulau Bunaken bertujuan untuk mendengar langsung keluhan masyarakat setempat terkait persoalan pemadaman listrik bergilir yang kian memprihatinkan. Padahal, Tumbelaka sedianya dijadwalkan hadir dalam upacara tersebut untuk mewakili pihak keluarga mantan Gubernur Pertama Sulut.

“Benar, pagi-pagi sekali saya menuju Pulau Bunaken bersama rekan wartawan dikarenakan pada Minggu (16/8/2026) siang sampai malam masuk info memprihatinkan dari beberapa warga Pulau Bunaken. Ini sebenarnya bukan info baru, tapi perkembangan sebelumnya aliran listrik sudah membaik walaupun masih ada pemadaman,” ujar Tumbelaka saat dikonfirmasi.

Ia membeberkan bahwa informasi yang diterimanya mengenai pemadaman listrik satu hari menjelang Hari Kemerdekaan tergolong sangat parah. Durasi pemadaman dilaporkan tidak lagi berada di angka 2 hingga 6 jam, melainkan sudah melampaui 10 jam hingga memicu gelombang keluhan warga di media sosial. Keluhan tersebut juga telah dikonfirmasi kebenarannya oleh beberapa pihak setempat.

Kondisi ini memicu kritik tajam dari Tumbelaka terhadap manajemen PT PLN (Persero) di wilayah Sulawesi Utara. Ia menilai kinerja jajaran pimpinan PLN setempat sangat mengecewakan, terlebih karena peringatan serupa sebelumnya sudah pernah disampaikan oleh anggota Komisi VI DPR RI, Christiany Eugenia Paruntu.

“Bagi saya lebih baik pimpinan PLN mundur atau diganti. Setahu saya anggota Komisi VI DPR RI, Ibu Christiany E. Paruntu juga sudah ikut mencoba ‘mengingatkan’. Tapi faktanya belum ada perkembangan yang signifikan. Masyarakat yang saya temui juga sudah sangat kesal,” tegasnya.

Lebih lanjut, Tumbelaka menyayangkan pemadaman ekstrem ini terjadi di tengah tingginya kunjungan wisatawan mancanegara, seperti dari Korea, Jepang, Prancis, dan Spanyol. Menurutnya, masalah infrastruktur dasar ini dapat merusak reputasi pariwisata daerah di mata dunia, terutama dalam momentum HUT RI dan menjelang Hari Ulang Tahun Provinsi Sulut bulan depan.

“Pertaruhan citra dunia pariwisata Indonesia, terlebih Sulut, dipertaruhkan. Terlebih ini dalam suasana 17 Agustus dan bulan depan HUT Sulut. Kalau saya jadi orang nomor satu di PLN Pusat, sudah saya ‘pecat’ itu bos-bos PLN di Sulut,” pungkasnya secara tegas.