Example floating
Example floating
HEADLINEMANADOSOSIALBUDAYASULAWESI UTARA

Lantik PW GP Ansor Sulut, Ketum Addin Jauharudin Tegaskan Dua Pilar Utama: SDM dan Ekonomi

×

Lantik PW GP Ansor Sulut, Ketum Addin Jauharudin Tegaskan Dua Pilar Utama: SDM dan Ekonomi

Sebarkan artikel ini

SULUT – Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor), Dr. H. Addin Jauharudin, secara resmi melantik Pimpinan Wilayah GP Ansor Sulawesi Utara (Sulut) periode 2026–2029 di bawah kepemimpinan Hamri Mokoagow. Prosesi sakral yang dirangkaikan dengan pelantikan Pimpinan Cabang se-Sulut ini berlangsung khidmat di Graha Gubernuran Bumi Beringin, Kota Manado, pada Minggu (2/8/2026).

Dalam amanatnya, Dr. H. Addin Jauharudin menyampaikan orasi kebangsaan yang membakar semangat ratusan kader. Ia menggarisbawahi bahwa sebuah organisasi atau lembaga hanya akan menjadi kuat dan mandiri jika ditopang oleh dua pilar strategis.

“Organisasi itu hanya akan bisa kuat jika kemudian ditopang oleh dua hal. Yang pertama adalah sumber daya manusianya (SDM), dan yang kedua adalah aktivitas ekonominya,” tegas Addin di hadapan para pengurus dan tamu undangan.

Menurutnya, PP GP Ansor telah menyiapkan berbagai instrumen organisasi untuk diterjemahkan dan dieksekusi di semua tingkatan, mulai dari wilayah, cabang, hingga ke tingkat ranting (desa).

Addin juga menyebut periode ini sebagai golden time atau momentum emas bagi GP Ansor di Sulawesi Utara. Pasalnya, banyak mantan ketua wilayah dan kader-kader terbaik Ansor yang kini sukses menduduki posisi strategis sebagai kepala daerah, pimpinan DPRD provinsi maupun kabupaten/kota, hingga menjadi kepala desa dan pendamping desa.

Ia pun membagikan rumus filosofis kesuksesan organisasi melalui sinergi yang ia sebut sebagai kombinasi lima unsur tangan.

“Saya yakin ini karena adanya kolaborasi antara campur tangan, tanda tangan (peran sekretaris), buah tangan (peran bendahara), dan termasuk garis tangan Tuhan. Jika tidak mampu baru kita angkat tangan, dan para penonton tepuk tangan,” selorohnya disambut aplaus ceriah para kader.

Lebih lanjut, ia menginstruksikan seluruh kader yang berada di ranah kebijakan publik dan pemerintahan untuk segera mengkonsolidasikan diri. Tujuannya agar seluruh perangkat yang ada bisa memberikan kemanfaatan yang konkret bagi masyarakat luas dan mendukung akselerasi pembangunan daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Addin mengingatkan kembali mandat besar yang dipikul Ansor sejak sebelum Republik Indonesia berdiri. Ia mengisahkan tiga momentum besar di balik nama Ansor, yang berakar dari zaman Nabi Isa AS, penyambutan kaum Ansor di Madinah saat hijrah Nabi Muhammad SAW, hingga kelahiran resmi organisasi pada tahun 1934.

Mandat sejarah dan petuah para ulama ini, menurut Addin, sangat selaras dengan kearifan lokal masyarakat Sulawesi Utara yang menjunjung tinggi kebersamaan dan gotong royong.

“Moderasi beragama wajib kita jaga sebagai bagian dari nafas kita, sebagai bagian dari ruh kita, sampai kapanpun. Ini menjadi nilai yang harus kita perjuangkan bersama-sama,” imbuhnya.

Menutup arahannya, Ketum GP Ansor menantang pengurus yang baru dilantik untuk terus menjaga relevansi organisasi di mata generasi muda dan masyarakat pelosok. Ansor dituntut bergerak dinamis seirama dengan arah pembangunan daerah.

Langkah konkret yang harus diambil adalah dengan memperkuat struktur organisasi secara masif. Addin memerintahkan pengurus wilayah dan cabang untuk memastikan kehadiran fisik dan program Ansor menyentuh lapisan masyarakat paling bawah.

“Jika Ansor ingin hadir di semua lapisan masyarakat, maka hadirlah strukturnya sampai kepada lapisan yang paling bawah. Jika Ansor ingin hadir di desa-desa, maka hadirlah struktur rantingnya,” pungkas Addin.

Acara pelantikan ini turut dihadiri oleh jajaran Pengurus Pusat GP Ansor, Korwil, Sekjen, unsur Forkopimda Sulawesi Utara, tokoh agama, serta tokoh masyarakat setempat, Bupati Bolmong Yusra Alhabsyi dan Walikota Kotamobagu dr. Weny Gaib. Usai pelantikan, PW GP Ansor Sulut langsung menggelar Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) untuk merumuskan program kerja strategis tiga tahun ke depan.