SULUT – Momentum bersejarah menyelimuti Gerakan Pemuda (GP) Ansor di Sulawesi Utara. Pimpinan Pusat (PP) GP Ansor melaksanakan pelantikan massal pengurus Pimpinan Wilayah (PW) di bawah komando Sahabat Hamri Mokoagow. Prosesi pengukuhan yang dihadiri langsung oleh Ketua Umum PP GP Ansor, Dr. Addin Jauharudin, ini menjadi tonggak baru pergerakan pemuda Nahdlatul Ulama (NU) di wilayah tersebut.
Prosesi pelantikan yang berlangsung khidmat ini digelar di Graha Gubernuran Bumi Beringin, Kota Manado, dan dirangkaikan dengan pelantikan serentak Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor se-Provinsi Sulawesi Utara.
Dalam sambutannya, Ketua PW GP Ansor Sulut, Hamri Mokoagow, menyampaikan apresiasi mendalam kepada Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn.) Yulianus Selvanus Komaling. Ia menceritakan bahwa Gubernur secara khusus meminta agar acara pelantikan tidak dilaksanakan di hotel, melainkan dipindahkan ke Graha Gubernuran karena menganggap Ansor sebagai bagian dari keluarga sendiri.
“Kami sangat berterima kasih. Ketika kami melapor, Pak Gubernur menyampaikan jangan buat di hotel, buat saja di Graha Gubernuran. Ini karena beliau menganggap Ansor adalah kerabat bahkan keluarga,” ujar Hamri.
Atas sambutan hangat tersebut, Hamri menegaskan bahwa GP Ansor Sulut berkomitmen penuh untuk bersinergi dan mengawal seluruh kebijakan pembangunan, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
“Apapun program pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, program Bupati, dan Wali Kota, Insya Allah kita tegak lurus mendukung pemerintah ini. Kita bergandengan tangan,” tegasnya.
Selain komitmen politik kebangsaan, Hamri juga menyoroti pentingnya menjaga stabilitas dan kerukunan di Bumi Nyiur Melambai. Sebagai bagian dari Nahdlatul Ulama (NU), GP Ansor berkomitmen menerapkan prinsip Islam yang moderat (tawassuth) dan toleran.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk kelompok adat, organisasi kemasyarakatan (ormas), dan Organisasi Kepemudaan (OKP) untuk saling merangkul demi kemajuan daerah.
“Sulawesi Utara ini identik dengan pembangunan toleransi dan moderasi. Kemarin toleransi kita sedang diuji. Namun, jika kelompok adat, ormas, dan OKP saling bergandengan tangan dan bukan saling memprovokasi, Insya Allah Sulawesi Utara akan aman dan damai untuk pembangunan,” jelasnya.
Hal menarik dalam pelantikan periode ini adalah fokus besar PW GP Ansor Sulut terhadap kemandirian ekonomi organisasi. Hamri menyebutkan bahwa saat ini ada sekitar 20.000 kader Ansor-Banser di Sulut yang telah dikader. Kedepan, organisasi ingin mencetak para pengusaha baru dari rahim Ansor, sehingga tidak hanya fokus pada kajian keagamaan semata.
“NU kita tidak hanya bicara tentang tafsir dan hadis lagi. Ke depan saya berharap Ansor akan jadi pengusaha-pengusaha besar,” tuturnya.
Sebagai langkah konkret, GP Ansor Sulut meluncurkan program Ansor Mart, sebuah jaringan minimarket yang bekerja sama dengan Indogrosir. Peluncuran perdana akan dilaksanakan di Kabupaten Bolaang Mongondow, sebelum diekspansi ke Kota Kotamobagu dan wilayah lainnya.
Tak hanya itu, Ansor Bolaang Mongondow juga telah merintis Koperasi Pertambangan sebagai pilar baru kebangkitan ekonomi kader. Untuk mendukung ekosistem investasi ini, GP Ansor Sulut membuka peluang kerja sama yang luas dengan sektor perbankan, di antaranya Bank Syariah Indonesia (BSI), Bank Mandiri Taspen (Mantap), dan Bank SulutGo (BSG).
Di akhir pidatonya, Hamri kembali menegaskan loyalitas kader di daerah. Di tingkat nasional, GP Ansor Sulut menyatakan komitmennya untuk selalu tegak lurus di bawah komando Ketua Umum PP GP Ansor, Dr. Addin Jauharudin. Sementara untuk wilayah lokal Bolaang Mongondow Raya, Ansor tetap menaruh hormat dan kepatuhan kepada para tokoh senior dan kiai, Yusra Alhabsyi dan Dr. Weny Gaib.








