Pastikan Langsung Situasi Pasar Tradisional Hingga Mantos dan Mall, Wagub Kandow Sejumlah Temui Hal Ini

  • Whatsapp

(Foto:Ist.)

Sulut, detikawanua.com – Wakil Gubernur Sulut, Steven Kandouw mengungkapkan dalam sambutannya di kegiatan yang digagas Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sulut dengan tema ‘Over View Perekonomian Sulawesi Utara 2021 dan Prospek 2022’ yang digelar bersama Bank Indonesia (BI) di Kantor Teling Manado, pada Rabu (29/12/2021), mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan karena hingga Selasa malam tanggal 28 Desember, turun langsung (melakukan inspeksi mendadak/sidak) dapat memantau sejumlah pasar tradisional seperti, Pasar Tondano (Kabupaten Minahasa), Pasar Aermadidi (Kabupaten Minahasa Utara), Pasar Bersehati (Kota Manado) hingga pusat perbelanjaan Manado Town Square (Mantos).

Bacaan Lainnya

“Tentu saja kita mampu menangani perekonomian daerah. Saya melihat selain pasar tradisionil dan mall luar biasa banyak orangnya dengan semua masih menerapkan protokol kesehatan menggunakan masker bahkan di Megamall buka sampai jam 11 malam. Ini kan tanda satu indikasi ‘konsumeris’ kita tinggi berarti pembelanjaan masyarakat tinggi,” terang Wagub.

Sejalan dengan itu juga, menurutnya untuk pemenuhan kebutuhan pangan daerah, sampai hari ini (Rabu) hasil monitoring dilapangan, signifikan.

“Hanya harga cabe (rica), yang lain relatif mantap. Ini juga berkat pendampingan dari TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah) hingga sampai akhir tahun persediaan pangan daerah kita mantap dan harga masih stabil,” tambahnya.

Selain itu menurutnya terkait dengan ‘masyarakat miskin’ masih tertangani.

“Jadi satu anomali di Sulawesi Utara, selalu teori mengatakan ‘kemiskinan itu identik dengan kejahatan’, tapi ternyata menurut Kapolda dan DirOps (Polda Sulut) bahwa di Sulawesi Utara kejahatan terutama tingkat pidana ringan yang terjadi bukan karena kemiskinan malahan karena kelebihan uang dan minum-minum sehingga mengakibatkan tindak pidana kekerasan. Jadi bukan karena stres karena uang, namun kemampuan daya belinya sehingga disalurkan lewat hal yang tidak kondusif dan akhirnya terjadi tindak kejahatan,” tandas Wagub Kandouw. (mild70)

Pos terkait