Lurah Tidore, Dinilai Merugikan 11 THL Dijajaran Kelurahan Tidore

  • Whatsapp

Tahuna, detiKawanua.com – Guna mengakomodir keresahan sejumlah masyarakat terkait kebijakan lurah Tidore, kecamatan Tahuna Timur yang dinilai merugikan kurang lebih 11 THL dijajaran kelurahan Tidore, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepulauan Sangihe melalui Komisi I menggelar rapat dengar pendapat (RDP), Senin (22/02/21).

Dalam rapat yang berlangsung diruang rapat DPRD Sangihe tersebut, ada beberapa poin yang dipelototi (Pertanyakan, red) antara lain kebijakan Lurah Tidore Ahmad Taher ; mencopot sejumlah THL dibawah jajarannya, yang menurut para wakil rakyat Tampungang Lawo tanpa mengikuti prosedur yang ada sesuai surat edaran Sekda Sangihe pada februari 2020 lalu.

Bacaan Lainnya

Berlangsung kurang lebih dua jam, RDP kemudian menghasilkan satu poin rekomendasi yakni mempersilahkan Pemerintah Daerah untuk dapat melahirkan solusi bagi para THL yang kehilangan pekerjaannya, dalam tenggang waktu 1 minggu.

“Kami menyerahkan hal ini (Penyelesaian keluhan masyarakat, red) kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Sangihe untuk melakukan tindak lanjut. Kami telah meminta Pemda untuk merapatkan nasib ke-11 pekerja melalui Asisten I Setda Sangihe,” sebut Ferdy Sondakh, Wakil Ketua I DPRD Sangihe ketika diwawancarai sejumlah awak media seusai RDP.

Namun demikian menurut wakil rakyat asal Dapil I yang menjadi pimpinan RDP ini, jikapun tindak lanjut dimaksud belum bisa dipenuhi Pemda Sangihe, maka pihaknya akan kembali menggelar RDP pada awal maret nanti dengan menghadirkan lintas komisi DPRD Sangihe.

“Jadi kalau memang belum ada hasil tindak lanjut, kita akan gelar RDP dengan lintas komisi yang artinya akan paripurna,” lanjut dia, sembari membenarkan secara tegas pertanyaan awak media terkait komitmen DPRD Sangihe menuntaskan polemik ini hingga melahirkan solusi.

Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat Irklis Sombounaung menyebutkan jika dirinya akan langsung meneruskan rekomendasi tersebut kepada Pimpinan Daerah untuk kepastian tindak lanjut polemik yang terjadi, terkait nasib ke-11 pekerja pun evaluasi terhadap kebijakan Lurah Tidore.

“Jadi akan disampaikan dulu ke Pak Bupati dan Pak Sekda, kemudian akan dilaksanakan rapat teknis untuk membahas bersama rekomendasi ini, untuk kemudian hasilnya disampaikan lagi ke pak Bupati melalui Sekda. Besok, akan disarankan ke Pak Sekda untuk menggelar rapat dengan Camat sekota Tahuna dan Dinas Kesehatan (Dinkes) serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) selaku dinas teknis,” beber Sombounaung.

Ditempat yang sama, Lurah Tidore Ahmad Taher menyebutkan dengan adanya hasil kesepakatan dalam RDP, dirinya menyerahkan tindak lanjut dari polemik yang terjadi kepada Pemda sesuai rekomendasi yang diberikan DPRD.

“Insya Allah para THL bisa direkrut kembali sesuai anggaran yang ada,” singkat Taher sekaligus mengakui jika bagi dirinya sendiri, RDP hari ini menjadi bahan evaluasi.

RDP ini dihadiri Kepala Dinas Lingkungan Hidup Ronald Izaak, Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) dr. Maya Wanget, Camat Tahuna Timur Imelda Lawendatu, Sejumlah anggota DPRD, dan pimpinan-pimpinan LSM, dan sejumlah warga Tidore. (Js)

Pos terkait