Terkendala Peralatan Cetak E-KTP, Disdukcapil Minahasa Bakal Ketambahan 2 Unit Mesin Print Blanko

  • Whatsapp

Kepala Disdukcapil Minahasa, Drs luvi Rumate.

Minahasa, detiKawanua.com – Kurangnya ketersediaan blanko dalam percetakan kartu tanda penduduk (KTP) dan pembuatan Kartu identitas anak (KIA) ternyata terkendala mesin pada alat print disdukcapil yang hanya tersisa 2 unit,selain keterbatasan pada pengadaan blanko namun pemkab Minahasa berupaya seoptimal mungkin dalam pelayanan,contohnya dengan diberinya Surat keterangan (Suket).

Muat Lebih

Hal itu diakui Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Drs luvi Rumate. Menurutnya masyarakat sering berasumsi bahwa petugas kerap mengatakan bahwa kehabisan blangko e-KTP walaupun sebenarnya ada.

“Blangko e-KTP itu ada, tapi yang tersedia kan terbatas. Ada yang prioritas dan tidak,” ungkap Rumate, di kantornya kepada detikawanua.com, Kamis (13/02).

Ketersediaan blangko yang terbatas itu membuat disdukcapil harus mengalokasikannya kepada warga yang diproritaskan.

Warga yang masuk kategori prioritas, kata Haris, adalah warga pemula dan warga yang kehilangan e-KTP-nya “terkena bencana”. Sementara untuk pendatang, warga dengan e-KTP rusak dan e-KTP yang masa berlakunya habis, tidak termasuk dalam prioritas.

“Alasan itu masyarakat sering beranggapan dalam sisi negatif olehnya kami berharap agar masyarakat boleh mengetahui alasan sebenarnya dan boleh bersabar,” urainya.

“Dalam sehari yang bisa tercetak sekitar 20-an EKTP,” lanjut dia.

Ditambahkannya bahwa saat ini juga ketersedian peralatan tinggal 2 unit,untuk itu pihaknya telah mengusulkan dan mudah-mudahan dalam waktu dekat akan ada pengadaan 2 unit lagi peralatan, sehingga pelayanan boleh stabil,padahal untuk pelayanan maksimal diperlukan 5 unit alat.

“Sudah diusulkan,tinggal menunggu realisasinya,semoga secepatnya,” pungkasnya. (Baim)

Pos terkait