Bandrol Rp.2,4 M, Proyek Peningkatan Jalan Pakuure – Sapa Diduga Tak Dikerjakan

  • Whatsapp

Minsel, detiKawanua.com – Masyarakat tentu menghadapkan ada sentuhan nyata untuk peningkatan kesejaktraan baik bantuan pemerintah bagi orang yang kurang mampu maupun infrastruktur lainnya, Tertatanya Proyek fisik senilai ratusan milyar dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) Tahun 2019, merupakan bukti nyata meski sudah habis masa kerja.

Pengerjaan Infrastruktur baik Kegiatan awal sampai selesai maupun Peningkatan di Tahun 2019 sudah selesai meski Saat ini proyek-proyek tersebut sudah mulai dimanfaatkan namun tetap saja terindikasi ada penyalagunaan, Salah satunya adalah anggaran proyek peningkatan jalan yang berlokasi di Jalan Desa Pakuure menuju Desa Sapa, Kecamatan Tenga.

Bacaan Lainnya

Anggaran Proyek sebesar Rp2,4 milyar itu, ternyata tidak diketahui sebagian besar warga Pakuure. Informasi ini terungkap saat kegiatan turun lapangan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Minsel, Jaclyn Koloay, Kamis (16/1) lalu.

Dikatakannya, dalam buku APBD 2019, terdapat anggaran proyek peningkatan jalan Pakuure – Sapa senilai Rp2,4 milyar tapi kalau ditanya ke beberapa masyarakat mereka tidak perna lihat pekerjaan Peningkatan Jalan dilokasi ini.

“Memang APBD 2019 ada proyek Peningkatan Jalan Pakuure – Sapa senilai RP 2,4 M dan saat kami tanyakan kepada warga Pakuure apakah di Tahun 2019 ada proyek di jalan itu, mereka mengaku tidak ada. Jadi wajar kalau kami bertanya, di mana proyek itu dikerjakan,” tegas Jacko, sapaan akrabnya.

Dari pantauan Jacko Saat turun lapangan pun, tidak terlihat adanya pekerjaan jalan di wilayah yang dimaksud. “Sudah jauh kami berjalan, hingga berada di ujung jalan yang diaspal, tidak ditemukan pekerjaan jalan yang baru. Di mana sebenatnya proyek Rp2,4 milyar itu,” tandas Koloay.

Dua mantan birokrat esellon II serta aktivis anti korupsi yang diboyong Jacko, yakni John Senduk, Ari Pasla dan Hens Ruus pun mengaku terkejut.

“Tadi sudah kami tanyakan ke beberapa masyarakat yang baru pulang dari kebun, yang melewati jalan itu, mengaku tidak melihat ada pengerjaan peningkatan jalan. Pertanyaan masyarakat ini harus dijawab oleh Dinas Pekerjaan Umum,” tegas Ketua LSM Gerakan Masyarakat Peduli Korupsi itu, dan diaminkan Pasla serta Ruus.
(Vandytrisno/**RM)

Pos terkait