Warga Kolongan Mitung, Ditemukan Tak Bernyawa

  • Whatsapp
Tahuna, detikawanua.com – Warga Kolongan Mitung, Kecamatan Tahuna Barat, digemparkan dengan penemuan mayat, Jumat (1/11/2019). Diketahui identitas korban bernama Fernon Jonatan Takasihaeng (19) warga Kolongan Mitung. Penemuan mayat ini diketahui saat anak-anak hendak bermain di pantai.
Keterangan saksi mata , ia bersama temanya hendak akan bermain di pantai. Dirinya bersama-sama temannya melihat ada soso yang terbaring, salah satu temanya mengatakan kepadanya untuk tidak mendekat, karena menurut temanya itu jangan-jangan yang sedang tidur itu orang gila.  Selanjutnya teman-teman saya melaporkan ke keluarganya,” ujar Oyen (13) warga Kolongan Mitung.
Kakak korban Steven Imanuel Takasihaeng menurut pengakuan menuturkan, pada saat kejadian dirinya tidak tahu sama sekali yang terjadi kepada adiknya. Kerena pada saat itu dia bersama keluarga berada dirumah, nanti diketahui setelah makan siang bahwa ada anak-anak yang melaporkan adiknya sedang tidur dipantai.
“Kami tidak mengetahui adik kami sudah meninggal, kami mengetahui adik kami meninggal setelah selesai makan siang sekitar jam 1 lewat. Yang memberi tahu kepada kami Oyen, yang mana dikatakan Oyen bahwa korban lagi tidur di pantai dibelakang rumah kami, terus saya pergi melihat, ternyata dia (korban) sudah meninggal dengan tubuh tertelungkup sambil meraba tubuhnya sudah keras, selanjutnya saya bailkan badanya lagi,” beber Takasihaeng.
Korban sendiri kata Steven, berada dirumah hanya pada pagi hari. Ketika sudah siang dirinya tidak melihat korban, karena sedang sibuk juga bertepatan besok ada hari pernikahannya.
“Terakhir saya melihat korban sekitar jam 80.30 tadi pagi, jadi tidak mengetahui korban kalau pergi kemana, karena kami sedang sibuk bertepatan besok hari pernikahan saya,” ujar dia.
Ditanya apakah korban memiliki riwayat penyakit Steven menjelaskan, bahwa selama ini tidak ada keluhan sakit dari korban.
“Untuk riwayatnya korban tidak mengalami sakit, korban juga tidak pernah mengeluh kalau ada sakit, selama ini dia baik-baik saja kuat dugaan Steven korban pada saat itu akan mendi laut. Karena dia melihat sendal korban tertata rapih,” jelasnya.
Terpisah Kanit I Polres Sangihe Novi Manangkabo mengutarakan, sebenarnya kejaduan tersebut harus dilakukan otopsi, karena dengan diotpsi tim medis dapat mengetahui penyebab kematian. Hanya saja yang menjadi kendala pihak keluarga korban tidak mengininkan untuk dilakukan otopsi mereka menolak.
“Karena pihak keluarga korban mengimani, bahwa kematian tersebut sudah merupakan jalan takdir dari korban,” ungkap Novi.
Dengan ditolaknya korban untuk diotopsi tambah Nobi, pihankya tidak bisa menyimpulkan secara hukum penyebab kematiannya.
“Namun upaya maksimal yang kita lakukan adalah memberikan pengertian kepada keluarga korban, tetapi keluaga korban hanya memberikan ijin untuk pemeriksaan luar. Untuk sementara pemeriksaan luar kami sudah koordinasi dengan dokter, bahwa tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan ditubuh korban,” pungkasnya. (js)

Pos terkait