Example floating
Example floating
HEADLINEMANADOPOLITIK/PEMERINTAHANSULAWESI UTARA

Louis Schramm Puji Ketegasan Gubernur Sulut Soal Pembatasan Gawai di Sekolah

×

Louis Schramm Puji Ketegasan Gubernur Sulut Soal Pembatasan Gawai di Sekolah

Sebarkan artikel ini

SULUT – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Sulawesi Utara (Sulut), Louis Carl Schramm, secara terbuka memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus (YSK), yang memberlakukan pembatasan gawai dan media sosial di lingkungan sekolah.

Dalam Rapat Dengar Pendapat (Hearing) Komisi IV bersama Dinas Pendidikan Daerah pada Senin (11/05/2026), Legislator Dapil Kota Manado ini menegaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan terobosan penting untuk menjaga kualitas pendidikan dan kesehatan mental generasi muda di Bumi Nyiur Melambai.

Sebagai Ketua Fraksi Gerindra, Schramm menilai Instruksi Gubernur tersebut sangat relevan dengan dinamika teknologi saat ini. Ia juga menyoroti bahwa kebijakan lokal ini beriringan dengan regulasi nasional, yakni Peraturan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Nomor 9 Tahun 2026.

“Ini adalah langkah yang luar biasa bagus. Kami di Komisi IV sangat mengapresiasi upaya Gubernur. Pembatasan akses bagi anak di bawah 16 tahun ini sangat positif agar mereka bisa kembali fokus pada tujuan utama ke sekolah, yaitu belajar,” ujar Schramm di Ruang Komisi IV Kantor DPRD Sulut.

Schramm menekankan bahwa kebijakan yang berlaku sejak Maret lalu ini bukan sekadar larangan, melainkan bentuk perlindungan nyata negara terhadap anak dari paparan konten berbahaya. Menurutnya, gangguan media sosial selama jam sekolah seringkali menjadi penghambat konsentrasi dan prestasi siswa.

“Kebijakan ini adalah wujud perlindungan anak terhadap dampak negatif teknologi yang tidak terkontrol. Kami melihat dukungan luar biasa dari para orang tua yang merasa terbantu dengan adanya aturan ini,” tambahnya.

Melalui perannya sebagai pimpinan Komisi IV, Louis Schramm berkomitmen untuk terus mengawal implementasi kebijakan ini agar berjalan efektif di seluruh satuan pendidikan. Ia berharap dengan berkurangnya ketergantungan pada gawai, para siswa di Sulawesi Utara dapat lebih aktif berinteraksi secara sosial dan lebih mendalami materi pendidikan di sekolah.