DPRD Sulut Gelar Paripurna Istimewa Dengar Pidato Kenegaraan Presiden RI

  • Whatsapp
Pimpinan DPRD Sulut bersama Gubernur Sulut saat Rapat Paripurna Istimewa DPRD Sulut tentang Pidato Kenegaraan Presiden.
Manado, detiKawanua.com – Dalam rangka mendengarkan pidato kenegaraan yang disampaikan oleh Presiden RI, Jumat (14/08) di Gedung Majelis Permusyawatan Rakyat (MPR).
DPRD Sulut turut menggelar Paripurna Istimewa dalam rangka mendengar pidato kenegaraan tersebut yang dipimpin Ketua DPRD Sulut Steven Kandouw bersama Wakil Ketua, di hadiri oleh Gubernur DR. SH. Sarundajang dan Wakil Gubernur DR. Djouhari Kansil serta Sekretaris Provinsi, Ir. SR. Mokodongan bersama Jajaran Pimpinan SKPD di Lingkungan Pemprov Sulut dan Farum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Anggota DPRD Sulut saat menyanyikan Lagu Indonesia Raya, pada Rapat Paripurna Istimewa DPRD Sulut.
Pidato yang di sampaikan langsung oleh Peresiden RI Joko Widodo (Jokowi) terkait dengan dinamika kebangsaan yang selama ini di hadapi oleh bangsa. Presiden juga meminta kepada seluruh masyarakat agar dan jajaran pemerintah agar tetap berkomitmen terhadap Pancasila dan Undang-undang dasar (UUD) 1945.

Bacaan Lainnya

Pimpin DPRD Sulut, Gubernur Sulut, Wakil Gubernur Sulut dan Jajaran SKPD saat mendengarkan Pidato Presiden RI, Jokowi.
“Saya kepada seluruh segenap bangsa Indonesia untuk tetap berkomitmen terhadap pancasila dan UUD 1945. Pemerintah juga berkomitmen untuk menagani konfloik agraria yang terus terjadi di negeri ini,” kata Jokowi dalam pidato kenegaraannya.

Selain itu, tambah Jokowi, “Pemerintah tengah membentuk komite penyelesaian pelenggaran Hak Azasi Manusia (HAM). Semua itu merupakan langkah awal menegakkan tingkat kemanusiaan di muka bumi indonesia” tutur presiden.

Untuk itu, Jokowi  berharapa adanya kesabaran pada masyarakat sehingga pemerintah berpeluang menjalankan amanat negara dan bangsa Indonesia. Melalui pidato kenegaraan ini, Jokowi juga menegaskan agar gerakan Nasional Revolusi Mental tetap mewujudkan keyataan dan memperkokoh karakter bangsa berdasarkan pancasilah dan UU.

Mengahiri pidato ini presiden mengingatkan pidato Bungkarno pada tanggal 17 Agustus 1945 dengan sepata pesan. “Mengakhiri Pidato ini saya akan mengutip sebuah pesan yang di sampaikan oleh presiden Bung Karno yakni, Untuk memperole kehidupan yang sejahtera butuh kerja keras, Ayo kerja untuk negara, ayo kerja untuk Rakyat. Dirgahayu Indonesia Raya. Itulah ungkapan Bungkarno,” kata presiden sembari meminta agar segenap bangsa indonesia tetap semangat memperjuang menujuh Indonesia yang maju. (Adv)

Pos terkait