MANADO – Bagi masyarakat Bolaang Mongondow Raya (BMR), nama Seska Ervina Budiman, S.Sos., bukan lagi sosok yang asing. Namun, jika dulu ia lebih dikenal sebagai pendamping setia mantan Bupati Boltim, kini ia telah bertransformasi menjadi salah satu srikandi politik berpengaruh di Gedung Cengkeh, sebutan untuk kantor DPRD Sulawesi Utara.
Langkah Seska menuju kursi legislatif provinsi pada Pemilu 2024 bukanlah sekadar pelengkap. Meraih lebih dari 27.500 suara di Dapil 4, ia membuktikan memiliki basis massa yang riil dan kepercayaan publik yang kuat. Keberhasilan ini menandai babak baru dalam kariernya: dari peran eksekutif-sosial di PKK, menjadi penentu kebijakan di tingkat legislatif.
Ditempatkan di Komisi II DPRD Sulut, Seska membawa perspektif baru dalam urusan Perekonomian dan Keuangan. Ia dikenal sebagai legislator yang detail dan kritis terhadap stabilitas harga pangan. Dalam berbagai rapat dengar pendapat, Seska sering kali menjadi “penyambung lidah” bagi para petani dan pedagang kecil di BMR, memastikan bahwa kebijakan anggaran provinsi menyentuh kebutuhan mendasar mereka.
“Politik bagi saya adalah alat untuk memperluas jangkauan bantuan. Jika di PKK saya bergerak di lingkup kabupaten, di DPRD saya bisa memperjuangkan kesejahteraan masyarakat di seluruh Bolaang Mongondow Raya,” ungkapnya dalam sebuah kesempatan.
Tahun 2025 menjadi pembuktian kematangan politiknya saat ia dipercayakan menjabat sebagai Ketua Fraksi NasDem. Di bawah kepemimpinannya, fraksi ini dikenal cukup solid dalam mengawal program-program pembangunan Sulawesi Utara. Gaya komunikasinya yang tenang namun tegas membuatnya disegani baik oleh kawan maupun lawan politik.
Salah satu warisan yang terus ia kawal adalah pemerataan pembangunan di wilayah pelosok. Lewat dana aspirasi dan fungsi pengawasan, Seska konsisten mendorong perbaikan infrastruktur di Boltim, Kotamobagu, hingga Bolmut. Baginya, akses jalan yang baik dan fasilitas publik yang memadai adalah kunci utama penggerak ekonomi warga desa.
Seska Ervina Budiman kini menjadi representasi bagi kaum perempuan di Sulawesi Utara bahwa ruang politik adalah tempat yang setara untuk berkarya. Dengan latar belakang pendidikan Ilmu Sosial (S.Sos.), ia memadukan empati seorang ibu dengan ketegasan seorang legislator.
Kiprah Seska hingga tahun 2026 ini menunjukkan bahwa ia bukan hanya sekadar “bayang-bayang” sang suami, melainkan pemimpin yang mampu berdiri tegak dengan dedikasi dan kinerjanya sendiri untuk rakyat Sulawesi Utara.
Dari Penggerak PKK hingga Menjadi Suara Rakyat: Mengenal Sosok Seska Ervina Budiman di Panggung Legislatif










