Sekda : PNS Boltim Tambah Libur Akan Dapat Sanksi

  • Whatsapp
Sekda Boltim, Muhammad Assagaf.
Boltim, detiKawanua.com – Seusai libur hari Raya Idul Fitri 1436 Hijriyah, pada Rabu (22/07) kemarin, seluruh pejabat Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kabupaten Bolaang mongondow timur (Boltim), diwajibkan kembali beraktivitas seperti biasa dan tidak bisa menambah libur.
Seperti ditegaskan Sekretaris daerah (Sekda) Boltim, Muhammad Assagaf mengatakan bahwa, terkecuali izin sakit yang disertai bukti surat dokter/Rumah Sakit (RS) atau pun, berhalangan urgen seperti melahirkan serta kedukaan pada keluarga sendiri.
“Ini akan dicek pada apel perdana dan inspeksi mendadak (Sidak) dimasing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Jika kedapatan masih ada yang melanggar, akan diberiakn sanksi Tunjangan Kinerja Dinas (TKD)-nya selama Satu Bulan tidak bisa diberikan atau dipangkas,” tandas Assagaf.
Lebih lanjut dikatakannya, khusus bagi instansi atau SKPD inti, seperti Dinas Pendapatan Pengelolaan Aset Daerah (DPPKAD), Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Pekerjaan Umum (PU), Dinas Pendidikan (Diknas), Dinas Sosial (Dinsos) serta Kesekertariatan daerah (Setda), harus lengkap sebab, banyak hal yang menyangkut pelayanan publik yang harus diselesaikan.
“Utama bagi para Keasistenan (Asisten I,II dan III-red) itu harus stand by ditempat tanpa terkecuali. Dan Saya rasa untuk masa liburan yang ada pada kalender kerja itu sudah maksimal lama karena seminggu ditambah dengan cuti bersama. oleh sebab, itu tidak ada alasan jika menambah-nambah libur,” ujarnya, sembari mengimbau.
Diketahui masa liburan Hari Raya Idul Fitri bagi pejabat dan (PNS) disesuaikan dengan kalender kerja selama Satu Minggu yakni, mulai tanggal 16 hingga 22 Juli 2015 yang didalamnya sudah termasuk cuti bersama. Dan itu, diberlakukan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) untuk seluruh pejabat PNS di Indonesia. (Fidh)

Pos terkait