Gubernur SHS : Jangan Terpancing, Hari-hati Dengan Medsos

  • Whatsapp
Gubernur Sarundajang saat memberikan penyampaian pada Rakor peningkatan stabilitas keamanan dan ketertiban di Sulut, Kamis (23/07).
Manado, detiKawanua.com – Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) DR. Sinyo Harry Sarundajang (SHS), menghimbau kepada seluruh masyarakat Sulut agar menyaring dengan baik segala informasi yang diterima terkait isu yang bisa menyebabkan terjadinya konflik sosial di tengah-tengah masyarakat.
Pernyataan Gubernur tersebut disampaikan pada Rapat Koordinasi (Rakor) peningkatan stabilitas keamanan dan ketertiban di Sulut, terkait dengan masalah konflik pembangunan mesjid yang terjadi di Kota Bitung dan Manado, yang digelar Kamis (23/07) di Ruang Rapat CJ Rantung, Kantor Gubernur Sulut.
“Pertemuan ini dilaksanakan dalam rangka menyikapi suasana keamanan di Kota Bitung, Kabupaten Minut dan Kota Manado. Dipahami jika masalah ini tidak di selesaikan akan menjadi konflik yang besar, karena sulut di kenal sebagai daerah aman selama ini,” ujar Gubernur SHS.
Untuk itu, lanjut dikatakan Sarundajang, Pemprov Sulut mengumpulkan stakeholdes terkait guna membicarakan bersama langkah strategis yang akan diambil. Keamanan dan ketertiban serta kehidupan rukun memiliki nilai yang mahal. Gubernur harapkan pertemuan dengan para tokoh agama, masyarakat, otmas, TNI dan Polri ini dapat men-solusikan dan memberi rasa aman bagi masyarakat Sulut.
Kesempatan itu, Sarundajang menekankan komponen yang menangani masalah sosial harus kuat, agar semua komponen mampu meredam dan terhindar dari konflik yang terjadi di daerah. “Jangan ada pembiaran dalam masalah konflik sosial,” tegas Gubernur.
Semantara terkait aksi provokasi yang dilakukan oleh oknum yang tak bertanggungjawab, Gubernur mengingatkan agar masyarakat, tak gampang terpengaruh.
“Jangan terpancing, hati-hati dengan media sosial (Medsos), cek dan ricek dengan benar segala peristiwa yang kita dengar. Saring dengan baik segala informasi yang diterima, jangan langsung terpancing,” imbuh Sarundajang.
Mantan Walikota Bitung tersebut, juga mengatakan Integrasi bangsa harus dijaga dengan baik, toleransi antar umat beragama dan tokoh masyarakat terjaga dengan baik di Sulut, tokoh agama juga diharapkan menjaga perkataan agar tidak membuahkan masalah.
“Jika terjadi pelanggaran hukum akan menjadi tanggungjawab Kapolda, Polda harus tegakkan hukum secara benar, siapa yang bersalah proses sesuai ketentuan hukum yang berlaku , masyatakat juga harus membantu aparat, karena aparat tidak akan memihak siapapun,” pungkasnya, pada rakor yang dihadir Wakil Gubernur Sulut DR. Djouhari Kansil, Sekprov Sulut Ir. SR. Mokodongan, Unsur Forkopimda Sulut, anggota FKUB Kabupaten/Kota.
Sedangkan, Kapolda Sulut dan Danrem 131 Santiago juga menyatakan, agar masyarakat dan umat beragama jangan termakan isu provokator, kalau ada isu meresahkan di cek ke aparat keamanan, siapa melanggar akan di tindak. Semua pihak tentunya tidak berkehendak terjadi konflik di daerah yang dicintai karena kebersamaan itu indah.
Dalam rakor tersebut SHS mengeluarkan lima himbauan untuk masyarakat, diantaranta; 
1. Tokoh agama dan masyarakat serta ormas di Sulut agar pertahankan stabilitas kemanan, jangn lupakan fungsi masing-masing, hidup bersama dengan masyarakat.
2. Masyarakat mampu menahan diri, jangan terprovokasi oleh oknum tidak bertanggung jawab. mawas diri karena ada disekitar kita pihak yang mau menghancurkan hubungan antar umat beragama. 
3. Jajaran aparatur pemerintah di kabupaten kota bekerjasama secara sinergis dan solid bersama aparat keamanan, karena hal ini memiliki manfaat besar dalam menjaga keamanan di daerah.
4. Minindak tegas oknum yang dapat menyulut keamanan.
5. Seluruh elemen tetap bersinergi agar keadaan terkendali. Para pendatang harus mematuhi kearifan lokal daerah. (adhy kambose)

Pos terkait