SULUT – Sektor pariwisata Sulawesi Utara (Sulut) terus menunjukkan tren positif, terutama dalam hal pencatatan data kunjungan wisatawan mancanegara. Kendati demikian, persoalan mendasar seperti ketersediaan dan kebersihan fasilitas toilet di berbagai destinasi wisata masih menjadi catatan krusial yang memerlukan pembenahan segera.
Hal tersebut ditegaskan oleh Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Utara, Stela Marlina Runtuwene, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IV DPRD Sulut bersama Dinas Pariwisata Provinsi Sulut pada Senin, (2/11/2026.
Dalam rapat tersebut, Stela secara terbuka memberikan apresiasi yang tinggi kepada Dinas Pariwisata atas keterbukaan dan ketersediaan data terkait kunjungan turis asing ke Bumi Nyiur Melambai. Menurutnya, capaian ini merupakan buah dari kerja nyata serta komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pelayanan di sektor pariwisata. Peningkatan ini sekaligus menjadi magnet kuat yang berhasil menarik minat wisatawan mancanegara untuk berkunjung ke Indonesia, khususnya ke Sulawesi Utara.
“Saya mengapresiasi Dinas Pariwisata karena kita mendapatkan data terkait kunjungan wisatawan dari mancanegara. Apresiasi untuk Dinas Pariwisata. Namun, untuk hal-hal lainnya sudah bagus,” ungkap Stela.
Meskipun memberikan pujian atas capaian data tersebut, politisi perempuan ini dengan tegas mengingatkan Kepala Dinas Pariwisata beserta jajarannya agar tidak menutup mata terhadap infrastruktur penunjang di lapangan. Stela menyoroti fasilitas toilet di tempat-tempat wisata yang dinilai sering kali kurang memadai dan dikeluhkan oleh para pengunjung.
“Akan tetapi, perhatian juga perlu diberikan terhadap toilet. Sebab, di mana-mana, ketika berkunjung ke tempat wisata, terkadang fasilitas toiletnya masih kurang memadai. Jadi, ke depannya mungkin perlu ada perbaikan,” cetusnya mengingatkan.
Menanggapi masukan dan kritik konstruktif dari pimpinan DPRD tersebut, Kepala Dinas Pariwisata Sulut, dr. Kartika Devi Tanos, menyatakan bahwa pihaknya menerima catatan tersebut sebagai bahan evaluasi penting. Ia menjelaskan bahwa Dinas Pariwisata terus bergerak aktif dan menjalin komunikasi intensif dengan seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) di sektor pariwisata, baik yang mengelola destinasi milik pemerintah maupun swasta.
“Kami selalu berkomunikasi dengan para pelaku usaha, baik yang ada di destinasi wisata milik pemerintah ataupun swasta,” jelas dr. Kartika Devi Tanos.
Langkah koordinasi ini diharapkan mampu mendorong para pengelola destinasi wisata untuk lebih memperhatikan standar kelayakan fasilitas sanitasi demi menjaga kenyamanan wisatawan, sehingga reputasi Sulawesi Utara sebagai destinasi wisata internasional tetap terjaga dengan baik.









