Example floating
Example floating
HEADLINEMANADOPOLITIK/PEMERINTAHANSULAWESI UTARA

DPRD Sulut Desak Pengusutan Tuntas Kematian Calon Dokter Spesialis Anestesi, Komisi IV Panggil Rektor Unsrat dan Direktur RS Kandou

×

DPRD Sulut Desak Pengusutan Tuntas Kematian Calon Dokter Spesialis Anestesi, Komisi IV Panggil Rektor Unsrat dan Direktur RS Kandou

Sebarkan artikel ini

MANADO – Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Stela Marliana Runtuwene, mendesak agar kasus kematian seorang calon dokter spesialis Anestesiologi di Manado, dr. Adrian Rantung diusut hingga tuntas. Menindaklanjuti hal tersebut, Komisi IV DPRD Sulut bergerak cepat dengan menjadwalkan Rapat Dengar Pendapat (RDP) untuk memanggil pihak-pihak terkait besok hari.

Pernyataan tegas ini disampaikan Wakil Ketua DPRD Sulut, Stela Marlina Runtuwene langsung di ruang kerjanya pada Senin (13/7/2026). Politikus Partai NasDem tersebut menilai ada banyak hal janggal yang perlu diklarifikasi secara terbuka agar tragedi memilukan seperti ini tidak kembali terulang di dunia pendidikan kedokteran.

“Besok Komisi IV DPRD Sulut akan menggelar Rapat Dengar Pendapat terkait kematian Dokter Spesialis asal Daerah Nyiur Melambai,” ujar Stela.

Stela membeberkan bahwa insiden fatal yang menimpa peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) ini bukan pertama kalinya terjadi. Oleh karena itu, Komisi IV berkomitmen penuh untuk membongkar akar persoalan yang selama ini luput dari perhatian publik.

“Komisi IV akan menggali sampai kenapa ada korban. Dulu juga pernah terjadi hal yang sama. Ada yang janggal, sehingga kami mengundang pihak terkait untuk hadir RDP,” tegas Stela yang juga merupakan Koordinator Komisi IV DPRD Sulut.

Lebih lanjut, Stela menyayangkan hilangnya nyawa seorang calon dokter yang sedang berjuang di garis depan. Padahal, keberadaan dokter spesialis di Sulawesi Utara saat ini sangat krusial dan dibutuhkan oleh masyarakat luas.

“Sulawesi Utara harus bangga memiliki calon dokter spesialis. Tapi baru berjuang untuk menuju capaian cita-citanya sudah kehilangan nyawa,” ucap Stela dengan nada prihatin.

Ia berharap RDP yang digelar besok dapat menjadi forum yang jujur, transparan, dan tanpa ada hal yang ditutup-tutupi. Publik berhak mengetahui penyebab pasti di balik kematian calon dokter spesialis tersebut.

“Inilah kenapa diadakan RDP. Kenapa calon dokter spesialis ini meninggal, besok publik akan mendengarkan jawabannya,” pungkasnya.

Dalam agenda RDP besok, Komisi IV DPRD Sulut dijadwalkan melayangkan undangan resmi kepada Rektor Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT), Direktur RSUP Prof. Dr. R.D Kandou, serta pihak pengelola Program Pendidikan Dokter Spesialis untuk dimintai keterangan dan pertanggungjawaban.