MANADO – Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Sangihe, Arthur T. Lomboh, memberikan apresiasi yang tinggi terhadap kuatnya komitmen sinergitas yang terjalin antara Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara (Sulut) dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. Hubungan yang harmonis ini dinilai menjadi katalisator penting dalam mendorong percepatan pembangunan daerah, khususnya pada sektor pemberdayaan pemuda dan penguatan ekonomi kreatif.
Pernyataan tersebut mencuat pasca-suksesnya agenda pelantikan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) BKPRMI Sulut periode 2026–2031 di bawah kepemimpinan Donal Pakuku yang digelar khidmat di Graha Gubernuran Bumi Beringin, Kota Manado, beberapa waktu lalu. Fasilitasi kegiatan di gedung pemerintahan ini dinilai sebagai bukti nyata keterbukaan dan dukungan penuh Pemprov Sulut terhadap gerak langkah pemuda masjid.
Tidak ingin membuang momentum, jajaran pengurus baru DPW BKPRMI Sulut dikabarkan langsung bergerak cepat melakukan konsolidasi internal. Saat ini, mereka tengah mematangkan persiapan untuk menggelar Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) yang dijadwalkan akan dilaksanakan pada Sabtu, 12 September 2026 mendatang.
Menurut Arthur T. Lomboh, kolaborasi inklusif antara organisasi kepemudaan berbasis keagamaan seperti BKPRMI dengan pihak eksekutif daerah mencerminkan sebuah visi besar untuk memajukan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Bumi Nyiur Melambai. Ia menilai, pemuda hari ini tidak bisa lagi hanya menjadi penonton, melainkan harus menjadi subjek aktif dalam roda perekonomian.
“Kami dari dunia usaha sangat mengapresiasi keharmonisan hubungan ini. Langkah Pemprov Sulut yang merangkul pengurus baru DPW BKPRMI adalah bukti nyata kepedulian pemerintah dalam mendukung kegiatan positif kepemudaan. Sinergitas seperti inilah yang dibutuhkan untuk membangun daerah,” ujar Arthur, Jumat (04/09/2026).
Lebih lanjut, Arthur menambahkan bahwa BKPRMI memiliki basis massa yang sangat besar dan terstruktur hingga ke tingkat desa/kelurahan. Potensi ini diharapkan dapat dioptimalkan dalam perumusan program kerja pada Rakerwil 12 September nanti. Apindo berharap, Rakerwil tersebut tidak hanya fokus pada pembinaan karakter keagamaan, tetapi juga melahirkan klaster program pembinaan ekonomi mandiri bagi remaja masjid.
“Kami berharap Rakerwil mendatang mampu melahirkan terobosan yang dapat mendorong lahirnya wirausahawan muda (entrepreneur) baru. Jika pemuda masjid dididik untuk mandiri secara ekonomi dan memiliki literasi bisnis yang baik, mereka akan menjadi pilar penggerak UMKM baru di Sulawesi Utara,” tambahnya.
Menanggapi persiapan Rakerwil tersebut, dukungan dari berbagai elemen terus mengalir. Momentum ini juga dinilai strategis dalam menjaga stabilitas keamanan dan kerukunan antarumat beragama di Sulawesi Utara. Iklim daerah yang kondusif, harmonis, dan toleran inilah yang selama ini menjadi fondasi utama bagi masuknya investasi serta pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Sulut.
Sebagai bentuk komitmen nyata, Apindo menyatakan siap membuka ruang komunikasi dan kolaborasi dengan BKPRMI Sulut ke depan. Kerja sama ini nantinya akan difokuskan pada program pelatihan kerja, pemagangan, maupun pengembangan usaha mikro bagi generasi muda guna menyukseskan visi pembangunan daerah yang inklusif dan sejahtera.






