MANADO – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Haji Amir Liputo, mengambil langkah responsif dengan mengalihkan lokasi resesnya demi menemui langsung keluarga korban terdampak bencana kebakaran di Kelurahan Wanea, Kecamatan Wanea, Kota Manado, Selasa (04/08/2026).
Dalam sambutannya, legislator dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mengungkapkan bahwa kehadirannya di tengah-tengah warga Wanea merupakan panggilan hati nurani.
“Seharusnya saya tidak reses di tempat ini. Tetapi karena ada musibah, saya langsung mengontak pihak di sini untuk mengumpulkan donasi. Apa yang kita kumpulkan hari ini akan diberikan langsung kepada bapak dan ibu. Selain sembako, ada juga makanan dan minuman untuk siang hingga malam hari,” ujar Amir.
Aksi kemanusiaan ini terlaksana atas kerja sama antara Amir Liputo dengan sejumlah organisasi sosial keagamaan, meliputi Kerukunan Keluarga Islam Gorontalo (KKIG), Kerukunan Wanita Islam (KWI), Majelis Ta’lim Kayubulan, dan Majelis Ta’lim Sospol. Di akhir agenda reses, warga terdampak kebakaran langsung menerima paket bantuan berupa sembako, pakaian layak pakai, dan kebutuhan mendesak lainnya.
Melihat tingginya intensitas musibah serupa, Amir juga mengimbau warga Manado untuk memperketat kewaspadaan dalam aktivitas sehari-hari. Ia berharap faktor cuaca ekstrem yang sedang terjadi tidak memicu rentetan peristiwa kebakaran berikutnya. Warga yang membutuhkan pendampingan darurat pascabencana juga diarahkan untuk segera menghubungi kader-kader PKS setempat.
Tidak sekadar membawa bantuan logistik jangka pendek, Amir Liputo berkomitmen mengawal pemulihan jangka panjang bagi warga. Ia menyatakan siap memperjuangkan 25 Kepala Keluarga (KK) yang kehilangan tempat tinggal agar diusulkan ke Departemen Sosial (Depsos) guna mendapatkan hak-hak mereka, termasuk program hunian baru.
“Apalagi pemerintah Sulawesi Utara mendapatkan kuota bantuan 3.000 rumah untuk warga kurang mampu, jadi nanti akan kami usulkan. Untuk 25 KK ini akan kami perjuangkan mendapatkan bantuan Rumah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) ukuran 2 meter menggunakan material beton dan tripleks,” tegasnya.
Di sela-sela dialog, Amir menyisipkan edukasi krusial mengenai maraknya penyalahgunaan identitas. Banyak warga mengeluhkan status desil kemiskinan mereka bermasalah pada sistem BPJS. Setelah ditelusuri, hal itu terjadi karena warga sembarangan meminjamkan KTP kepada orang lain, yang kemudian disalahgunakan untuk pendaftaran Pinjaman Online (Pinjol). Akibat skor kredit memburuk, jaminan kesehatan mereka menjadi tidak ditanggulangi oleh BPJS.
Amir menuturkan bahwa kesalahan data desil akibat kasus pinjol tersebut sebenarnya bisa langsung diperbaiki secara mandiri. Warga dapat mengurusnya dengan mendatangi Kantor Lurah setempat atau memprosesnya via aplikasi di ponsel.
Menutup arahannya, Amir mengingatkan warga untuk bersikap jujur saat mengisi pendataan Sensus Ekonomi yang sedang berjalan. Menurutnya, sistem digital terintegrasi berbasis Kartu Keluarga (KK) membuat data tidak bisa dimanipulasi. Sebagai penegasan transparansi penyaluran bantuan sosial ke depan, ia menyampaikan aturan baru pemerintah di mana dinding rumah setiap warga penerima bansos akan ditempeli cap khusus.
Ubah Lokasi Reses, Anggota DPRD Sulut Amir Liputo Salurkan Bantuan dan Perjuangkan Rumah Korban Kebakaran Wanea










