SULUT – Memperingati Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 yang jatuh pada hari ini, Anggota Komisi I DPRD Provinsi Sulawesi Utara, Hillary Julia Tuwo, S.E., menyerukan aksi nyata dari pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi tumbuh kembang anak.
Hillary menyoroti pentingnya perlindungan anak di tengah meningkatnya tantangan sosial dan digital saat ini. Ia menyatakan bahwa peringatan HAN bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan pengingat bahwa anak-anak adalah penentu masa depan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.
Sebagai legislator yang membidangi Pemerintahan, Hukum, dan HAM, Hillary mendorong Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) di Sulawesi Utara yang baru disahkan menjadi Ranperda Prakasa DPRD Sulut menjadi solusi nyata untuk memberikan perlindungan anak.
“Kita melihat adanya tren peningkatan kasus kriminalitas yang melibatkan anak di bawah umur, baik sebagai korban maupun pelaku. Ke depan, melalui Ranperda PPPA, kita berharap Sulawesi Utara memiliki payung hukum yang lebih komprehensif untuk memberikan perlindungan optimal dan memperkuat langkah pencegahan kekerasan,” ujar Hillary, Kamis (23/07).
Selain regulasi fisik, mantan Noni Sulut 2014 ini juga mengingatkan para orang tua di daerah pemilihannya (Dapil Minahasa Utara dan Kota Bitung) mengenai bahaya laten di dunia digital. Ia mengimbau pembatasan dan pengawasan ketat terhadap penggunaan gawai agar anak-anak tidak terpapar konten negatif yang dapat merusak perkembangan karakter mereka.
Sesuai dengan tema Hari Anak Nasional 2026, yaitu “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”, legislator muda ini optimis bahwa sinergi antara DPRD, pemerintah daerah, dan penguatan nilai dari institusi keluarga akan mampu mewujudkan Sulawesi Utara yang benar-benar ramah anak.
Hari Anak Nasional 2026: Hillary Julia Tuwo Desak Penguatan Regulasi Perlindungan Anak di Sulut










