MANADO – Dewan Pengurus Wilayah Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (DPW BKPRMI) Provinsi Sulawesi Utara tengah mematangkan persiapan untuk menggelar agenda akbar Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil). Acara strategis tingkat provinsi ini dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 12 September 2026, bertempat di Ballroom Aston Hotel Manado.
Rakerwil kali ini dinilai sangat krusial karena menjadi peletak dasar arah kebijakan organisasi di bawah kepemimpinan pengurus baru periode 2026-2031. Mengangkat tema “Revolusi Paradigma Organisasi dan Transformasi Pemuda Remaja Masjid”, BKPRMI Sulawesi Utara mencoba memantik semangat baru dalam tata kelola organisasi kepemudaan Islam di bumi nyiur melambai.

Mendorong Pemuda Masjid Keluar dari Zona Nyaman
Ketua Panitia Pelaksana, Rangga Meru Ardiyanto, memaparkan bahwa pemilihan tema tersebut didasarkan pada refleksi mendalam terhadap kondisi riil pemuda hari ini. Menurutnya, tantangan zaman, penyebaran informasi yang masif, serta disrupsi teknologi menuntut organisasi seperti BKPRMI untuk tidak lagi berjalan di tempat atau sekadar menjalankan program kerja yang monoton.
“Kami tidak ingin Rakerwil ini hanya menjadi agenda seremonial tahunan atau sekadar ajang kumpul-kumpul pengurus. Lewat sub-tema ‘Revolusi Paradigma’, kami ingin menegaskan bahwa ruang lingkup pergerakan remaja masjid harus diperluas. Remaja masjid hari ini tidak boleh hanya fasih di dalam ruang ibadah, tetapi juga harus menjadi pelopor di bidang teknologi, ekonomi kreatif, dan pemberdayaan sosial masyarakat,” ujar Rangga yang juga merupakan Ketua 1 DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Minggu (06/09/2026).
Sebagai bagian dari rangkaian persiapan matang tersebut, Rangga menambahkan bahwa panitia juga akan menyelenggarakan agenda Pra-Rakerwil terlebih dahulu pada hari Senin, 7 September 2026, bertempat di Aula Gedung KPID Sulut. Sementara untuk acara puncak di Aston Hotel Manado, kesiapan tempat, perizinan, dan koordinasi dengan pihak manajemen sudah final, sehingga panitia kini fokus pada pelayanan kedatangan delegasi dari berbagai daerah.

Menyusun Peta Jalan Menuju Indonesia Emas
Pernyataan senada disampaikan oleh Ketua Umum DPW BKPRMI Sulawesi Utara, Donal Pakuku. Ia menekankan bahwa luaran dari Rakerwil ini harus menghasilkan program kerja yang taktis, terukur, dan berdampak nyata bagi umat serta mendukung program pembangunan daerah.
“Dunia bergerak sangat cepat, mengarah pada digitalisasi di segala lini. Struktur internal BKPRMI dari tingkat wilayah hingga unit desa harus bertransformasi. Kita butuh sistem kaderisasi yang adaptif. Hasil rekomendasi Rakerwil 2026 ini akan menjadi kompas atau roadmap perjuangan kita untuk mencetak generasi muda Islam yang inklusif, toleran, dan berdaya saing global demi menyongsong Indonesia Emas 2045,” tegas Donal.
Donal juga mengimbau kepada seluruh jajaran Dewan Pengurus Daerah (DPD) dari 15 kabupaten dan kota se-Sulawesi Utara untuk mengkaji isu-isu lokal di daerah masing-masing demi disinkronisasikan ke dalam program kerja tingkat provinsi.

Konsolidasi Ide dan Gagasan
Harapan besar juga datang dari Steering Committee (SC) Rakerwil, dr. Nenny Tubagus. Ia menekankan bahwa momentum ini harus dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh kader sebagai wadah bertukar pikiran yang substantif.
“Rakerwil ini diharapkan bukan sekedar konsolidasi kerja, tapi menjadi konsolidasi ide dan gagasan. Dari sana kami akan melahirkan berbagai agenda program yang terukur. InsyaAllah membawa manfaat bagi daerah dari partisipasi pemuda remaja masjid di Sulawesi Utara,” tutur dr. Nenny.
Dihadiri Ratusan Delegasi dan Tokoh Lintas Sektor
Agenda Rakerwil ini diperkirakan akan menyedot kehadiran ratusan kader dan pengurus. Delegasi resmi yang terdiri dari jajaran ketua, sekretaris, dan pengurus inti DPD kabupaten/kota dipastikan hadir membawa rekomendasi dari daerah mereka.
Selain agenda internal, pembukaan Rakerwil dijadwalkan akan dihadiri dan dibuka langsung oleh jajaran pimpinan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. Pihak panitia juga secepatnya melayangkan undangan kepada unsur Forkopimda, Kementerian Agama Sulawesi Utara, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dewan Masjid Indonesia (DMI), serta sejumlah pimpinan organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP) tingkat wilayah.
Melalui sinergi lintas sektor ini, BKPRMI Sulawesi Utara berharap dapat memperkuat posisinya sebagai mitra strategis pemerintah dalam merawat kerukunan antarumat beragama sekaligus membentengi generasi muda dari potensi dampak negatif arus modernisasi.









