MANADO – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengkritik keras minimnya alokasi anggaran pada Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulut. Hal ini terungkap dalam rapat pembahasan anggaran bersama mitra kerja yang menyoroti ketimpangan besar antara biaya operasional pegawai dan anggaran program.
Anggota Komisi III DPRD Sulut, Amir Liputo, mengungkapkan keprihatinannya setelah mengetahui total anggaran belanja Dinas ESDM hanya dialokasikan sebesar Rp14 miliar. Dari jumlah tersebut, Rp12 miliar habis terserap untuk belanja pegawai yang menaungi 57 aparatur. Artinya, dinas hanya memiliki sisa Rp2 miliar untuk menjalankan program kerja di seluruh wilayah Sulawesi Utara.
“Dengan anggaran yang minim, apa yang akan dilakukan? Apalagi Sulawesi Utara memiliki banyak persoalan di sektor ESDM. Fungsi UPTD juga harus jelas. Kalau memang sudah tidak lagi dibutuhkan, lebih baik dibubarkan saja,” ujar Amir tegas.
Ia pun mempertanyakan apakah Dinas ESDM sudah berjuang mengusulkan penambahan anggaran kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) agar program prioritas tidak lumpuh.
Senada dengan Amir, Anggota Komisi III Roy Roring meminta Dinas ESDM memperkuat koordinasi dengan para bupati dan wali kota. Ia menyoroti program Penerangan Jalan Umum (PJU) yang harus diintegrasikan dalam perencanaan daerah agar menyentuh tingkat kecamatan hingga kelurahan.
Secara khusus, Roy mendesak penanganan 49 titik lampu jalan yang saat ini menjadi kebutuhan mendesak dan aspirasi langsung dari masyarakat.
Merespons ketimpangan ini, Ketua Komisi III DPRD Sulut, Berty Kapojos, meminta Dinas ESDM segera bergerak cepat menyusun dan mengajukan kebutuhan anggaran secara rinci dan realistis. Data tersebut akan menjadi senjata bagi DPRD untuk menekan TAPD.
“Anggaran awal yang dibutuhkan berapa, silakan dimasukkan dalam draf rincian secepatnya, supaya bisa kami formulasikan menjadi rekomendasi resmi ke TAPD,” tandas Kapojos. (*)
Komisi III DPRD Sulut Soroti Minimnya Anggaran Dinas ESDM: Belanja Pegawai Rp12 Miliar, Program Terancam Lumpuh










