Example floating
Example floating
HEADLINEMANADO

Bangun Silaturahmi Lintas Suku, Agama dan Ras, KJR Gelar Halal Bi Halal di Jalan Roda : Pertama Dalam Sejarah

×

Bangun Silaturahmi Lintas Suku, Agama dan Ras, KJR Gelar Halal Bi Halal di Jalan Roda : Pertama Dalam Sejarah

Sebarkan artikel ini

Manado, detiKawanua.com – Dalam suasana penuh kehangatan usai umat Muslim di Sulawesi Utara (Sulut), khususnya Kota Manado melaksanakan Puasa sebulan penuh di Bulan Suci Ramadhan 1447 H. Komunitas Jalan Roda (KJR) Kota Manado menggelar Halal Bi Halal dengan mengusung Tema : ‘Menjalin Silaturahmi Mempererat Persaudaraan Sejati’, Sabtu (18/4/2026) bertempat di Jalan Roda, Kota Manado.

Ketua Panitia Pelaksana Halal Bi Halal, Hj. Akbp (Purn) Denny Pusungala,, menegasakan, terlaksananya Halal Bi Halal yang digagas Komunitas Jalan Roda, didukung oleh seluruh Aktifis Muslim di Sulut ini merupakan buah usaha bersama selama Tiga Minggu terakhir.

“Acara ini digagas hasil dari koordinasi bersama Musisi, Politisi, seniman, Wartawan serta teman teman-teman Aktifis yang biasa ngopi di Jalan Roda,” jelas pada giat yang turut dihadiri Kapolresta Kota Manado, diwakili Kasat Intel Akp Andri Permadi, bersama Kapolsek Wenang Akp. Dr. Ronal Sabaja, SH

Dijelaskannya, momen Halal Bi Halal ini sangat penting, untuk membangun silaturahmi lintas Suku, Agama dan Ras.

“Kami harapkan dengan momen Halal Bi Halal ini kita tetap solit, tidak perlu saling menyalahkan, kalau kita tetap solit, siapapun tidak bisa meceraiberaikan kita. Tidak ada perbedaan antara Suku, Agama dan Rasa, yang terpenting kita tetap satu,” imbuh Pusungala yang juga Ketua Komunitas Jalan Roda seraya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat langsung, sehingga pelaksanaan Halal Bi Halal dapat terlaksana.

Hj. Husen Pedu, S.Ag, pembawa hikmah pada giat tersebut memberikan apresiasi untuk Ketua Panitia, yang dengan serius menggagas acara yang dalam sepanjang sejarah, baru kali ini di laksanakan di Jalan Roda Kota Manado.

“Halal Bi Halal yang tidak ada di Arab, yang orang arab sendiri tidak tahu, hanya ada di Indonesia. 3 Tahun setelah indonesia merdeka, pada Tahun 1958, Presiden Sukarno, merasa risau, banyak konflik yang terjadi masyarakat, sehingga pada pertengahan Bulan Suci Ramadhan Ir. Soekarno bertemu dengan KH. Wahap Hasbullah, untuk berkomunikasi menyelesaikan masalah yang ada, Iapun memberi nama Halal Bi Halal, intinya menjalin silaruhmi,” ungkapnya.

Dikatakannya, Agama apapun mengajarkan untuk menjalin silatuarmi. Halal Bi Halal ini intinya cuman tiga menurut Prof. Quraish Shihab.

“Pertama Mengurai yang kusut, yang selama ini, kita dengan kita banyak terendapap masalah hanya persoalan terendap di hati, momen Halal Bi Halal ini bisa terurai, Kedua Mengurai yang beku, serta yamg ketiga menyambung kembali yang sudah putus, selama ini kita bertemu tidak saling sapa, maka lewat Halal bi Halal ini kita bangun kembali silaturahmi, yang diharapkan jagan cuman Slogan, membutuhkan Praktek terutama di Jalan Roda ini,” kuncinya.

Sementara itu, Pemerintah Kota Manado, yang diwakili oleh Kadisnaker, Fadli Kasim mengungkapkan, Wakil Walikota berencana untuk hadiri pada giat ini, tapi berbenturan dengan sejumlah agenda.

“Pak Wakil Walikota sebenarnya berkenan hadir, cuman bertabrakan dengan 3 agenda lainya. Makannya saya yang ditugaskan untuk hadiri disini. Di jalan roda ini torang ba kumpul dengan berbagai komunitas, jadi Pemerintah Kota Manado mengimbau untuk saling jaga kerukunan, jangan ta pancing dengan isu-isu di luar untuk saling menjatuhkan,” imbuhnya sembari berharap dengan giar seperti ini dapat mempererat tali silaturahmi, mempererat kerukunan dan tali silaturahmi di Kota Manado.