Hilang Saat Berkebun, Petani Watulambot Selamat Dengan Penyisiran Tim SAR

  • Whatsapp

Minahasa, detikawanua.com – Seorang warga Desa di Kabupaten Minahasa dilaporkan menghilang saat berkebun. Tim SAR gabungan pun segera melakukan pencarian terhadap korban.

Bacaan Lainnya

Mendapat laporan terkait peristiwa yang membahayakan jiwa manusia, yakni seorang warga Desa Watulambot Kecamatan Tondano Barat, saat pergi berkebun di Desa Tanggari Kecamatan Sonder, Kabupaten Minahasa, Selasa 22 juni 2021, atas nama Heince Tolos umur 47 tahun.

Informasi dari Pemerintah setempat yang diperoleh dari keterangan saksi mata, bahwa korban hingga sore belum jua pulang ke rumah.

Dimana menurut saksi mata, melaporkan melihat korban di daerah Tanggari dipinggir jalan pada saat ingin membuang tanaman eceng gondok. Namun saat saksi mata ingin membuang kembali eceng gondok, korban sudah tidak ditempat dan hanya menemukan celana korban saja dilokasi.

Kepala Desa Watulambot, segera melaporkan kejadian tersebut ke pihak Basarnas. Sementara itu, Kepala Kantor Basarnas pun langsung memerintahkan Kepala Seksi operasi terkait laporan yang membahayakan jiwa manusia tersebut.

Kasi Ops pun lalu mempersiapkan anggota, untuk melaksanakan pencarian terhadap korban dengan menurunkan sepuluh orang anggota personel, dan langsung menuju ke lokasi kejadian, dengan berkoordinasi bersama ke pihak pemerintah setempat dan keluarga korban.

Setelah data lengkap tim SAR gabungan yang beranggotakan 43 orang diantaranya Basarnas, TNI, Polisi, BPBD, Rapi dan masyarakat setempat, langsung membentuk beberapa tim, guna menyisir dilokasi terakhir agar mempercepat penemuan korban.

Hingga rabu sore, tim SAR gabungan masih melaksanakan pencarian, namun belum menemukan tanda – tanda keberadaan korban. Dimana tim SAR gabungan, agak kesulitan saat melakukan pencarian, akibat kondisi medan yang terjal dan karena berada diatas  sungai das Tondano.

Sejauh ini, seluruh tim SAR gabungan belum bisa berasumsi bahwa korban hanyut di sungai das Tondano, dan masih terus menyisir di beberapa titik yang dicurigai keberadaan korban.

Saat rabu petang, tepatnya pukul 17.30 wita korban Heince Tolos, petani yang hilang akhirnya berhasil ditemukan Tim SAR Gabungan dalam keadaan selamat dengan kondisi lemas di pinggir sungai Tanggari.

Dari pengakuan pada saat hilang, korban menuturkan bahwa dirinya bingung jalan pulang dan menelusuri ke bawah di karenakan ada suara air.

Petugas kemudian segera melakukan penanganan pertama dengan memeriksa kondisi tubuh korban.

Selanjutnya korban langsung dibawa ke lokasi aman dengan menggunakan tandu, dan sesampainya korban lalu dibawa ke puskesmas terdekat guna penanganan lebih lanjut. Korban kemudian diserahkan ke pihak keluarga oleh petugas.

Kepala Kantor Basarnas Manado, Suhri N Sinaga, mengapresiasi dengan kinerja tim SAR gabungan yang telah berhasil melakukan pencarian terhadap korban yang hilang saat berkebun. Selain itu, ungkapan terima kasih juga diberikan kepada semua unsur yang terlibat atas koordinasi yang berjalan baik, hingga mempercepat penemuan korban.

Dalam pencarian tim SAR, tetap menaati protokol kesehatan di masa pandemi sesuai anjuran pemerintah, guna memutus rantai penyebaran covid 19, baik saat melakukan pencarian maupun dalam mengevakuasi ketika ditemukan.(*)

Pos terkait