Tiga Legislator BMR Ajak Masyarakat Jangan Takut Divaksinasi

  • Whatsapp

Sulut, detiKawanua com – Tiga Legislator Dapil Bolmongraya (BMR) menerima suntikan Vaksin jenis Sinovac dosis kedua, bertempat di Graha Bumi Beringin, Senin (05/04). Ketiga Anggota DPRD Sulut dapil BMR ini yakni, Alfian Bara, Yusra Alhabsyi dan Julius Jems Tuuk.

Usai dilakukan vaksinasi, Afian Bara mengatakan perasaannya biasa saja, berbeda dengan kondisi tubuh yang dirasakan waktu menerima vaksin dosis pertama.

“Vaksin yang ke dua ini lebih enakan dari vaksin yang pertama. Mungkin karena faktor psikologis baru pertama kali di suntik, jadi badan terasa nyeri,” ujar Alfian.

Legislator Partai Nasdem ini pun mengajak masyarakat jangan takut di vaksin guna memutus penyebaran Covid 19.

“Untuk masyarakat, supaya menghindari atau membunuh Covid-19 masyarakat harus di vaksin karena aman dan halal,” tandasnya.

Senada yang disampaikan Alfian Bara, Legislator Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Yusra Alhabsyi juga merasakan tidak terjadi efek yang ditimbulkan usai di vaksin.

“Vaksin yang ke dua prosesnya berjalan lancar, sejauh ini masih dalam posisi normal,” ucapnya.

Yusra juga meminta kepada pemerintah provinsi Sulut melalui Dinas Kesehatan untuk melakukan sosialisasi lebih maksimal terkait vaksin jenis Astra Zeneca yang membuat resah di masyarakat. Jika ada gejala-gejala yang muncul harus lebih cepat dan diekspos perkembangannya supaya tidak menjadi bomerang, dikarenakan hanya ada satu dua kasus sehingga masyarakat menjadi takut divaksinasi.

“Sosialisasi dari pemerintah belum terlalu masif harus banyak stakholder yang dilibatkan dengan infrastruktur pemerintah sampai ke tingkat desa. Ruang-ruang perkumpulan publik secara terbatas sudah ada, misalnya di kantor desa dan kelurahan. Harusnya edukasi dilakukan, tidak perlu ada biaya karena sudah ada infrastruktur yang akan digunakan,” jelas Ketua PW Ansor Sulut ini.

Sementara itu, Julius Jems Tuuk mengajak masyarakat jangan takut di vaksin dikarenakan yang melakukan penyuntikan adalah tenaga medis profesional.

“Pemerintah membuat program ini tujuannya untuk melindungi masyarakat atas terjangkitnya Covid-19. Tenaga medis yang dipercayakan untuk melakukan penyuntikan vaksin adalah tenaga medis yang profesional, jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” pungkas Jems Tuuk, Legislator PDI-P.


Enda

Pos terkait