Ini Bukti Nyata Sinergitas Pemprov Sulut Bersama KemenPAN-RB Guna Percepatan Reformasi Birokrasi Hingga Ke Daerah

  • Whatsapp

Sulut, detiKawanua.com – Provinsi Sulawesi Utara patutlah berbangga karena dalam menjalankan roda pembangunan, oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut menjadi perhatian khusus dari pemerintah pusat.

Terlihat jelas dimana secara bergantian, Pejabat Negara dan Para Menteri hadir di Sulut di samping meninjau, melihat perkembangan situasi dan kondisi yang ada, juga menghadiri kegiatan baik yang diselenggarakan oleh pemerintah pusat itu sendiri, maupun kegiatan yang dilaksanakan oleh perangkat daerah.

Bacaan Lainnya

Kebanggaan kali ini datang saat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) RI Tjahjo Kumolo mengunjungi Sulut, Senin (12/4/2021).

Kunjungan kerja Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) RI Tjahjo Kumolo di Sulawesi Utara

Bahkan kedatangan Menpan RB disambut baik oleh Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey bersama Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Steven Kandouw di Aula Mapalus Kantor Gubernur.

Pada kesempatan itu tidak disia-siakan. Olly Dondokambey pun meminta agar formasi PNS di Sulut mendapat perhatian atau prioritas Menpan RB.

Hal itu disampaikan Olly Dondokambey dihadapan Menteri Tjahjo Kumolo saat kunjungan kerjanya di Sulut.

“Kunjungan kerja ini juga dilakukan dalam rangka percepatan pelaksanaan reformasi birokrasi di Sulut,” kata Tjahjo Kumolo.

Tjahjo Kumolo kepada Gubernur Sulut Olly Dondokambey yang tetap bersinergi, mampu menjaga hubungan baik dan mempertahankan kepercayaan yang di berikan oleh Pemerintah Pusat.

Menpan RB mendorong Sulut untuk melakukan implementasi kebijakan Kementerian PANRB, sehingga mewujudkan pemerintahan yang baik dan bersih agar dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan keberhasilan pembangunan nasional.

Kebijakan tersebut antara lain penyederhanaan birokrasi, sistem kerja berbasis digital, manajemen ASN, dan memperbaiki kualitas pelayanan publik.

Menteri berharap agar penyederhanaan Birokrasi ini, dipercepat tidak bertele-tele atau tidak muter-muter sehingga paling lambat target pertengahan tahun ini selesai.

Pertumbuhan investasi merupakan penggerak dalam roda perekonomian negara, sehingga Kementerian PANRB terus berupaya meningkatkan pelayanan publik utamanya pada pemerintah daerah yang langsung bersentuhan kepada masyarakat.

Tjahjo menjelaskan bahwa penyederhanaan birokrasi meliputi tiga aspek yakni tranformasi organisasi, tranformasi sistematika dan transformasi jabatan.

Dalam kesempatan tersebut, Menpan RB mengatakan penyederhanaan birokrasi akan dilaksanakan paling lambat pertengahan tahun ini.

“Saya diperintahkan paling lambat pertengahan tahun ini ditengah-tengah pandemi Covid kami telah mempersiapkan semua terkait perencanaan,” terang Tjahjo.

Lanjut Tjahjo, penyederhanaan birokrasi tersebut akan mempermudah tugas dan fungsi pemerintahan.

“Yang intinya membangun birokrasi yang lebih dinamis, mewujudkan profesionalisme ASN, fokus pada pekerjaan fungsional, percepatan sistem kerja dan mendorong efektivitas dan efesiensi kinerja,” bebernya.

Sementara itu, Gubernur Sulut Olly Dondokambey menyambut baik kunker Menpan RB untuk mempercepat reformasi birokrasi di Sulut.

“Kami mengucapkan terima kasih dan memberikan penghargaan yang tinggi kepada Bapak Menpan RB meskipun dalam kesibukan menyempatkan berkunjung ke Sulut,” kata Olly.

Olly menjelaskan bahwa pertemuan ini dilaksanakan untuk meningkatkan sinergitas bagi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan kabupaten/kota.

Pemprov Sulut Gubernur Olly, Wagub dan Jajaran sedang mempersiapkan aturan yang diberlakukan terkait penyederhanaan birokrasi yang merupakan salah satu Prioritas kerja Presiden dan Wakil Presiden tahun 2020 S/D 2024 .

Penyederhanaan Birokrasi ini tujuannya agar Birokrasi lebih Dinamis mewujudkan Profesionalitas ASN, Fokus pada Pekerjaan Fungsional, Percepatan Sistim Kerja, mendorong Efektifitas dan Efisiensi Kinerja.

Adapun Ruang lingkupnya adalah Penyederhanaan Birokrasi Transformasi Organisasi, Tranformasi Sistem Kerja, Transformasi Jabatan.

Disamping itu, Olly menjelaskan kepada Menpan RB bahwa sektor pendidikan di Sulut mengalami kekurangan guru ASN, oleh karena itu Olly mengharapkan dibukanya formasi bagi ASN guru.

“Kami sangat mengharapkan agar supaya THL-THL yang ada di Kabupaten/Kota baik guru SD, SMP, maupun SMA bisa diikut sertakan dalam program perekrutan guru,” ucap Olly.

Lanjut Olly dengan adanya tenaga pendidik maka kualitas pendidikan yang ada di Sulut khususnya di kepulauan dan perbatasan dapat terpenuhi.

“Dalam rangka meningkatkan pendidikan kita di daerah-daerah perbatasan apalagi di Talaud, Sangihe, Sitaro dan di Bolmong,” ungkapnya.

Olly juga menjelaskan bahwa Sulut menjadi tempat yang strategis dalam rangka mensuplai kebutuhan tenaga kesehatan yang ada di Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara dan Maluku Utara. Untuk itu, Olly mengharapkan juga perekrutan ASN di bidang kesehatan.

“Tapi kita memang masih kekurangan tenaga kesehatan dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan,” tandasnya.

“Kami juga meminta formasi dalam rangka peningkatan tenaga kesehatan di Provinsi Sulut,” lanjut Olly.

Terkait penambahan guru dan nakes di Sulut, Menpan RB menanggapi positif usul tersebut. “Sudah ditampung,” ucap Menpan RB seusai kegiatan.

Ujung- ujungnya semua ini dilakukan baik ASN, TNI, POLRI adalah untuk melayani masyarakat. Dan Gubernur Olly mengatakan semoga kehadiran Bapak Menteri di Nyiur Melambai ini, membawa harapan-harapan yang lebih baik bagi kita. (Advetorial Kominfo Sulut)

Pos terkait