Mudahnya Skrining Mandiri Covid-19 dengan Aplikasi Mobile JKN BPJS

  • Whatsapp

Minahasa, detiKawanua.com – Sebagai salah satu badan hukum publik milik pemerintah, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan turut serius menanggapi wabah Covid-19 yang belum mereda hingga saat ini.

Selain menyediakan berbagai layanan terbaru yang dapat diakses dengan online untuk pengurusan JKN-KIS, BPJS Kesehatan juga menyematkan menu baru dalam aplikasi Mobile JKN.

Bacaan Lainnya

Menu Skrining Mandiri Covid-19 adalah salah satu menu baru yang bisa digunakan untuk membantu analisa potensi resiko penyebaran Covid-19 di lingkungan peserta.

Dalam menu Skrining Mandiri Covid-19 ini, peserta JKN-KIS akan menjawab beberapa pertanyaan. Pertanyaan akan diberikan seputar kondisi kesehatan peserta, riwayat perjalanan dan kontak peserta dengan pasien terindikasi Covid – 19.

Hal itu dibuktikan salah satu peserta Indri Wola (21) yang sudah memanfaatkan layanan deteksi dini ini melalui Aplikasi Mobile JKN.

“Saya kemarin sempat buka Mobile JKN, dan ada tanda new, dan ternyata salah satu menu baru adalah Skrining Covid-19,” kata indri di tondano, Rabu (25/06).

Menurut Indri menu ini sangat menarik. Selain itu, saat ini penyebaran virus corona di Indonesia juga terus bertambah. Jadi dirinya coba ikuti dan membuka menu tersebut.

Indri menjelaskan, dimana saat memulai layanan tersebut, peserta akan disodori berbagai pertanyaan, kemudian pertanyaan yang muncul mudah dimengerti dan dijawab oleh peserta.

Nantinya, dari sejumlah pertanyaan tersebut akan dianalisa oleh pihak BPJS Kesehatan dan hasilnya akan langsung muncul di layar smartphone.

“Saat mengikuti screening ini kita menjawab beberapa pertanyaan, apakah kita sempat demam, sesak nafas, punya penyakit jantung atau pernah berkontak dengan pasien Covid atau tidak,” ungkap Indri.

“Saya rasa ini screening yang baik, hal semacam ini memang dibutuhkan. Hal yang terpenting adalah mengisi dengan jujur, supaya datanya benar dan bisa digunakan dengan maksimal,” tambahnya.

Lebih lanjut Indri mengatakan bahwa, di akhir screening, peserta tetap diberi himbauan untuk terus berperilaku hidup bersih dan sehat, tidak berdekatan, tidak berkumpul untuk sementara waktu dan tetap dirumah.

“Peserta pun tenang karena BPJS Kesehatan merahasiakan data yang masuk. Mari manfaatkan menu Skrining Covid-19 ini, isi dengan jujur dan berikan data dengan benar demi melawan Covid-19,” pungkasnya. (Baim)

Pos terkait