Pemkab Minahasa Sampaikan Kebijakan dan Langkah Pencegahan Pandemi Covid-19

  • Whatsapp

Minahasa, detiKawanua.com – Pemkab Minahasa menyampaikan kebijakan dan langkah pencegahan menghadapi pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), hal ini diuraikan Bupati dalam konferensi pers, Jumat (03/04) siang, di ruang sidang Kantor Bupati.

Bupati Minahasa DR Ir Royke Octavianus Roring Msi menguraikan dimana ditetapkan Minahasa Darurat Bencana Non Alam Covid-19, sejumlah langkah pencegahan serta kebijakan-kebijakan pemerintah telah dikeluarkan.

Bacaan Lainnya

“Per tanggal 3 April 2020, ada tiga Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan 33 Orang Dalam Pemantauan (ODP). Sedangkan, untuk orang yang datang dari daerah terjangkit sebanyak 1.671 orang, selesai dipantau 405 orang dan untuk positif Covid-19 tidak ada,” ujarnya.

Lanjut, beberapa kebijakan yang diterapkan Pemkab Minahasa yakni mulai dari meliburkan anak sekolah, mempekerjaan Aparatur Sipil Negara (ASN) dari rumah, membatasi aktivitas yang mengumpulkan banyak orang seperti ibadah minggu di gereja dan ibadah jumat di masjid, pembatasan aktivitas di semua pasar, serta upaya lainnya dalam bentuk pencegahan penyebaran Covid-19.

Selain itu, kata Bupati ROR, 22 dari 23 Puskesmas yang ada di Kabupaten Minahasa, delapan diantaranya saat ini bisa rawat inap. Dari delapan Puskesmas yang bisa rawat inap ini, lanjut ROR, ada masing-masing satu ruang isolasi.

“Untuk 14 Puskesmas sisanya, akan dimaksimalkan. Minimal, ketikan ada masyarakat keluhan kondisi fisiknya, bisa membuat rujuakan, baik ke RSUD Sam Ratulangi Tondano atau RSUD Prof Kandouw Malalayang Manado,” terang ROR.

Langkah-langkah lain yang dilakukan Pemkab Minahasa saat ini yakni memesan Alat Pelindung Diri (APD), untuk RSUD Sam Ratulangi Tondano, dimana untuk tahap pertama ada 55 APD lengkap dan tahap dua ada 50 APD tidak lengkap, ditambah satu ventilator. Demikian juga di delapan Puskesmas ada 50 APD tidak lengkap dan masing-masing satu ventilator.

“Saat ini Pemkab Minahasa memang kesulitan mendapatkan masker. Sudah memesan tetapi belum bisa didapatkan saat ini. Pemkab Minahasa juga sudah berupaya melakukan pergeseran anggaran sebesar Rp 10,5 Miliar, untuk Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan. Saat ini sementara memproses pergeseran anggaran tahap dua sebesar Rp 12,5 Miliar untuk bantuan sosial,” tambah ROR lagi.

Lanjut kata ROR, untuk penyaluran bantuan sosial, akan dilakukan dalam dua tahap, yakni sebelum hari raya grejawi Jumat agung dan sebelum Idul Fitri, dimana penyaluran akan di pantau langsung secara ketat oleh Tim Covid-19 dan aparat TNI dan Polri.

“Untuk tahap pertama ada 100 ton beras yang akan didistribusikan, dan nanti juga ada minyak goreng, telur, mie instan. Diupayakan sebelum Jumat Agung sudah bisa disalurkan untuk 23 ribu Kepala Keluarga kurang mampu, seperti tukang ojek dan pekerja harian lepas lainnya. Untuk sementara baru akan dibagikan dua kali atau dalam dua tahap,” pungkas ROR sembari meminta kepada warga yang baru datang dari luar daerah agar mengisolasi diri, apalagi berasal dari daerah merah atau yang sudah ada positif Covid-19 dan luar negeri, sambil mendapat pemantauan dari Dinas Kesehatan. (Baim)

Pos terkait