Pimpin Musrenbang Kabupaten, Ini Penjelasan Bupati Boltim

  • Whatsapp

Boltim, detiKawanua.com – Bupati Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sehan Salim Landjar SH memimpin Musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) kabupaten bertempat diruang rapat lantai III kantor Bupati, pada Rabu (18/03).

Bupati menyampaikan beberapa hal antara lain, Musrenbang adalah satu kegiatan yang penting bukan hanya seremoni semata. Karena salah-satu kegagalan dalam pelaksanaan pembangunan, adalah perencanaan yang tidak matang atau asal jadi tidak sesuai dengan visi dan misi pimpinan.

Muat Lebih

“Sehingga, dalam pelaporan banyak ketidaksinkronan antara RPJMD, Renstra, Renja sampai pada pelaporan SAKIP,” ungkap Bupati.

Dalam merencanakan program, lanjut dikatakannya, harus sesuai dengan skala prioritas jangan asal jadi atau sekedar mengugurkan tanggungjawab, menghabiskan anggaran yang outcame, impact dan bennefitnya tidak ada kaitan dengan pertumbuhan ekonomi, penurunan angka kemiskinan, pembukaan lapangan kerja, pengendalian inflasi dan azas manfaat yang lain. Salah satu point penilaian BPK, dan pemerintah pusat dalam penggunaan anggaran pemerintah adalah efektifitas dan efisiensi pengelolaan anggaran harus berdampak pada kepentingan publik. Kinerja perangkat daerah dapat terbaca pada pelaporan SAKIP, ELPPD dan laporan lain.

“Saya lebih melihat dan menilai hasil dari pada proses, walaupun hasil tidak lepas dari proses itu sendiri. Musrenbang ini adalah moment, yang tepat perangkat daerah untuk bermusyawarah menyusun strategi, menyamakan persepsi penyelesaian persoalan-persoalan dimasyarakat agar tidak timbul masalah,” papar Bupati.

Lebih lanjut Bupati tuturkan, bahwa Musrenbang menjadi wadah sinkronisasi, sinergitas program serta kewenangan pemerintah pusat, provinsi, kabupaten bahkan desa yang menggunakan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) agar tidak terjadi tumpang-tindih program dan kegiatan, yang pada akhirnya timbul pemborosan anggaran sehingga tidak ada azas manfaat terhadap kebutuhan publik.

Bupati juga menyampaikan, beberapa usulan anggaran untuk program dan kegiatan tahun 2021 ke pemerintah pusat dan provinsi Usulan-usulan tersebut diantaranya,
1. Agar pada pembahasan anggaran di DPRD provinsi sebaiknya mengundang 15 Bupati dan Walikota karena merekalah subjek pembangunan dan yang merumuskan kebijakan pembangunan di daerah masing-masing.
2. Usulan anggaran untuk jalan Togid-Kokapoy
3. Peningkatan ruas jalan Buyat-Molobog terutama yang di Ibu Kota Tutuyan sekitarnya, karena satu-satunya jalan Ibu Kota type 7 2 2 adalah Boltim. Sehingga, diusulkan sepanjang 7 km untuk di buat jadi dua jalur
3. Ruas jalan Modayag-Modoinding usulan sepanjang 5 Km diperlebar menjadi 23 Meter.
4. Pembuatan jalan pesisir pantai Togid – Kotabunan yang jadi kewenangan provinsi sepanjang 9 Km
5. Pengembangan objek wisata Boltim yang didanai APBD provinsi seperti, pengembangan pulau Nenas
6. Diusulkan untuk ada kantor atau UPTD cabang Dinas Pendidkan yang mengawasi SMA, SMK dan sederajat
7. Tolong dicatat, terkait pemanfaatan sumber daya alam galian, selama kurun waktu tahun 2017, 2018 dan 2019 tidak ada izin yang terbit dari provinsi padahal proyek dengan anggaran puluhan milliar banyak, sehinggha tidak PAD dari bagi hasil bukan pajak.
8. Dan ada banyak lagi yang diusulkan.

Hadir pada Musrenbang tersebut Bupati, Wakil Bupati, Ketua dan anggota DPRD Boltim, Forkopimda, staf khusus Bupati, seluruh kepala OPD, Camat, Sangadi dan BPD. (Fidh)

Pos terkait