Di Tangan Patandra, Kampung Kahakitang Raih Penghargaan Pengelolaan ADD

  • Whatsapp

Tahuna, detiKawanua.com – Kampung Kahakitang Kecamatan Tatoareng, menjadi salah satu dari 15 kampung yang diganjar penghargaan oleh Pemerintah pusat dan Kabupaten Kepulauan Sangihe melalui penambahan Dana Alokasi Kinerja 2020, sebesar Rp 214.445.000, yang terdiri dari Rp 114.096.000 dana APBN dan Rp 70.349.000 dana APBD.

Penghargaan tersebut, merupakan hasil penilaian pemerintah pusat terkait pelaporan desa, berupa penilaian keuangan desa dengan bobot 20 persen, pengelolaan dana desa dengan bobot 20 persen, capaian keluaran (output) dana desa sebesar 25 persen, dan capaian hasil (outcome) pembangunan desa dengan bobot penilaian terbesar, 35 persen.

Muat Lebih

“Terima kasih kepada pemerintah yang telah mengapresiasi kinerja kami dalam mengelolah desa, ini salah satu kebanggaan juga motivasi bagi kami para kapitalaung lebih khusus bagi kami di Kampung Kahakitang untuk lebih baik lagi kedepan agar pengelolaan Dandes semakin transparan dan bermanfaat bagi masyarakat,” tutur Maxcvel Boy Patandra setelah menerima penghargaan di Papanuhung Tampungang Lawo, Kamis (19/3).

Sementara itu Bupati Kepulauan Sangihe Jabes Gaghana, dalam sambutanya saat membuka kegiatan Rapat Koordinasi Persiapan Pencairan Dana Desa (RPDD) tahun 2020, mengapresiasi capaian dan kerja keras 15 desa ini dalam mencapai target pengelolaan Dandes.

“Ini tentu tidak terlepas dari komitmen pemerintah kampung dalam mengembangkan setiap potensi di kampungnya,” ungkap bupati

Menurutnya, profesionalisme hingga inovasi yang telah dilakukan kampung-kampung tersebut, mampu merangsang kampung lain untuk lebih termotivasi meningkatkan kinerja kampung.

“Ini juga merupakan tantangan bagi kampung lain. Karena titik acuan pemerintah terkait proses pemberian anggaran, bukan lagi karena sistem koneksi melainkan hasil kinerja sebagai bukti nyata efektif tidaknya penggunaan dana desa,” jelasnya.

Tidak hanya itu saja, Gaghana turut mengusulkan diadakannya apresiasi untuk kampung, dengan hasil penilaian terburuk.

“Jadi, kedepannya akan kita buat hal tersebut, dengan persetujuan forum hari ini, agar semua desa bisa berlomba-lomba untuk merealisasikan capaian kerjanya dengan maksimal,” pungkas Ketua Pelka Laki- Laki Sinode GMIST ini. (js)

Pos terkait