SULUT – Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Ronald Sampel, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memaknai peringatan Hari Lahir Pancasila setiap 1 Juni dengan aksi nyata. Menurutnya, tantangan terbesar bangsa saat ini adalah bagaimana membumikan nilai-nilai Pancasila secara merata hingga ke pelosok daerah.
Legislator asal Daerah Pemilihan (Dapil) Nusa Utara ini menekankan bahwa Pancasila tidak boleh sekadar menjadi jargon atau pelengkap upacara seremonial. Ia menyoroti pentingnya aktualisasi Sila Kelima, “Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia,” yang harus dirasakan langsung oleh masyarakat di wilayah kepulauan dan perbatasan.
“Pancasila itu adalah instruksi kerja bagi kita semua, terutama di lembaga legislatif. Keadilan sosial berarti tidak boleh ada ketimpangan. Saudara-saudara kita di pulau terluar seperti Sangihe, Talaud, dan Sitaro berhak mendapatkan kualitas infrastruktur dan perhatian yang sama dengan masyarakat di perkotaan,” ujar Ronald, Senin (01/06/2026).
Sebagai anggota Komisi III yang membidangi sektor pembangunan, Ronald menyatakan bahwa Fraksi Partai Demokrat berkomitmen penuh mengawal kebijakan anggaran yang pro-rakyat. Semangat gotong royong yang menjadi akar dari Pancasila harus tercermin dalam kolaborasi antara pemerintah daerah dan masyarakat untuk menyukseskan berbagai program strategis.
Ia juga berpesan agar momentum Hari Lahir Pancasila ini dijadikan alat pemersatu, terutama dalam menyaring informasi di era digital yang berpotensi memecah belah kerukunan di Sulawesi Utara.
“Bumi Nyiur Melambai sejak lama dikenal sebagai laboratorium toleransi di Indonesia. Mari kita jaga reputasi ini dengan terus merawat keberagaman, menolak radikalisme, dan fokus bergotong-royong membangun daerah,” pungkas Ketua Fraksi Demokrat tersebut.
Peringati Hari Lahir Pancasila, Ronald Sampel Ajak Warga Sulut Bumikan Sila Kelima di Wilayah Kepulauan










