Cegah Indikasi Stunting, Dinkes Minahasa Himbau Jaga AGB Sejak Dalam Kandungan

  • Whatsapp

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa dr. Maya Rambitan.

Minahasa, detiKawanua.com – Masyarakat Minahasa tentunya harus mengetahui penyebab adanya balita yang terindikasi Stunting, karena itu pencegahan serta upaya dalam meminimalisir terjadinya stunting perlu diaplikasikan berupa sosialisasi kepada masyarakat terutama Ibu hamil, agar terus menjaga Asupan Gizi Balita (AGB) sejak dalam kandungan.

Muat Lebih

Hal ini dikatakan Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa dr Maya Rambitan Mkes ditemui sejumlah wartawan diruangannya kamis (06/02).

“Untuk awal tahun 2020 ini kami berupaya agar tahun ini untuk pencegahan balita terkena stunting, selain dari balita, pola tersebut harus dijaga sejak seribu hari pertama kehidupan. Hal itu bisa melalui asupan makanan, pola asuh dan kebersihan sanitas, yang paling penting juga dimasa kehamilan,” kata Rambitan.

Dirinya menjelaskan terkait definisi prevalensi stunting pada balita 0-59 bulan di Kabupaten Minahasa pada tahun 2019 14,5% artinya sekitar 2594 balita mengalami masalah gizi dimana TB dibawah standar sesuai usianya.

“Untuk stunting di Kabupaten Minahasa data rilnya hanya 291 balita, jadi prevalensi stunting hanya sebesar 1,63%, olehnya kami terus menghimbau para ibu hamil sampai lahirnya balita agar terus menjaga pola asupan tersebut,” jelasnya.

Selain itu, kata Rambitan peran dari Puskesmas akan lebih dimaksimalkan agar dapat menekan angka anak-anak yang masuk kategori stunting khususnya wilayah tertentu yang berpotensi, contohnya daerah pinggiran kampung yang belum terjangkau fasilitas kesehatan.

“Puskesmas akan lebih aktif untuk dapat menyelesaikan semua tugas, yang telah disampaikan oleh Bupati, karena ini juga merupakan program pemerintah juga lewat instruksi pak presiden,” jelasnya.

Ia juga berharap agar para orang tua memperhatikan asupan Gizi, serta pertumbuhan dari anak-anaknya sehingga terhindar dari stunting.

“Para orang tua juga harus memperhatikan tumbuh kembang anak. Berikan mereka asupan gizi yang baik, apalagi jika balita tersebut malas makan, badan yang tidak sesuai dengan berat dan tinggih badan, makanya balita perlu dimunisasi setiap bulan untuk mengeyahui tumbuh kembangnya, sehingga tidak ada lagi yamg ditemui kasus stunting,” ucapnya.

Diketahui, penyebab utama kondisi stunting tersebut karena bayi mengalami kekurangan gizi kronis sejak berada dalam kandungan hingga masa awal ia dilahirkan. Pertumbuhan anak penderita stunting akan mulai terlihat setelah berusia dua tahun keatas.

(Baim)

Pos terkait