Terkait Hutan Perawan, Jems Tuuk Semprot Dinas Kehutanan

  • Whatsapp

Manado, detiKawanua.com – Legislator Sulut, Julius Jems Tuuk pertanyakan data kementrian yang disampaikan oleh Dinas Kehutanan tekait masih ada hutan yang belum tersentuh oleh manusia (perawan) di Sulut.

“Pertanyaannya di titik-titik mana hutan yang masih perawan di Provinsi Sulut,” tanya Tuuk saat rapat dengar pendapat antara Komisi II DPRD Sulut dan Dinas Kehutanan Provinsi Sulut, Rabu (15/01).

Bacaan Lainnya

Menurutnya, Dinas Kehutanan Provinsi Sulut telah disiapkan dana yang cukup besar untuk melestarikan hutan. “Dinas kehutanan kan telah digolontarkan dana yang besar. Jadi untuk alokasi anggaran untuk hutan perawan sudah sampai sejauh mana,” tanya Tuuk.

“Jadi saya pertanyakan kembali, di mana hutan Sulut yang masih perawan, ada atau tidak, kalau masih akan di cek kembali berarti dinas tidak bekerja,” tegasnya.

Menanggapi hal tersubut Kepala Dinas Kehutanan Sulawesi Utara, Roy Tumiwa menggungkapkan bahwa untuk mengidentifikasi hutan perawan harus lewat ground check penutupan lahan.

“Untuk melihat apakah masih ada hutan perawan yang di Sulut harus lewat ground check,” ungkap Tumiwa.

Tumiwa juga menjelaskan, hutan masih perawan itu belum bisa dijangkau oleh manusia dan akses jalan.

“Hutan seperti itu dinamakan hutan primer, sedangkan kalau sudah bisa di akses apalagi sudah ada illegal logging berarti namanya hutan sekunder,” jelas Tumiwa.

Dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi II DPRD Sulut pada akhirnya Dinas Kehutanan mengakui di Provinsi Sulut sudah tidak terdapat lagi hutan perawan. (Enda)

Pos terkait