Nasib FER Oknum Caleg Nasdem Tinggal Hitung Hari Di Pleno SG2

  • Whatsapp

Minahasa, detiKawanua.com – Sentral Gakkumdu Minahasa berencana dalam hitungan hari (sejak Senin hari ini hingga kedepan) segera menggelar pleno Sentra Gakkumdu 2 (SG2) guna menentukan apakah unsur-unsur dalam pasal yang disangkakan kepada Caleg Partai Nasdem, FER alias Felly atas dugaan kampanye di Aula Kampus Universitas Negeri Manado (Unima) pada Januari lalu.

Seperti informasi yang dilansir (MP online) bahwa Sentra Gakkumdu dalam mengumpulkan bukti dan saksi guna menelaah jika kasus dimaksud sudah memenuhi unsur pelanggaran kampanye yang meliputi (penyampaian) visi misi, citra diri, ajakan memilih, atau lainnya. Melalui Ketua Bawaslu Minahasa, Rendy Umboh mengungkapkan bahwa SG2 dimaksud segera digelar.

Bacaan Lainnya

“Rapat SG2 ini menentukan apakah memenuhi unsur yang disangkakan kepada terlapor atau tidak. Ini dilakukan 7 hari dalam penanganan pelanggaran. Tapi apabila masih diperlukan keterangan tambahan, maka ditambah 7 hari lagi. Kami masih melengkapi bukti dan keterangan tambahan yang selanjutnya masuk SG2,” ujarnya.

Adapun dalam pelaksanaan rapat SG2 itu oleh pihak kepolisian dan kejaksaan pun menurutnya ikut membahas. Dan apabila unsur dalam pasal yang disangkakan terpenuhi, maka dilanjutkan ke kepolisian.

“Jadi apabila terpenuhi unsurnya, diteruskan ke kepolisian. Tapi kepolisian dalam sentra Gakkumdu. Didalamnya ada Kapolres dan Kasat Reskrim,” terang Umboh.

Lebih jauh lagi ketika dikonfirmasikan kapan kepastian jadwal pelaksanaan rapat SG2 tersebut, dirinya mengungkapkan bahwa tidak bisa lewat 14 hari penyelidikan.

“Jadi tidak bisa melewati 14 hari penanganan pelanggaran. Bisa hari Senin, Selasa, atau Rabu. Kalau esok (hari ini, red) kami rasa sudah cukup. Akan dirapatkan,” tukasnya sembari berharap kepada masyarakat atau pihak lainnya untuk bersabar karena sementara dalam proses penyelidikan.

“Jadi kami harap menunggu hasil rapat SG2 nantinya,” himbau Umboh.

Sementara Kapolres Minahasa, AKBP Denny Situmorang SIK yang juga sebagai penasehat Gakkumdu saat dikonfirmasi terkait perkembangan kasus tersebut menyatakan pihaknya masih menunggu hasil rapat pleno SG2.

“Penanganannya masih di Bawaslu. Nanti setelah sidang pleno di Bawaslu sekali lagi (Rapat SG2, red), jika terbukti dan terpenuhi unsur-unsur pasal yang disangkakan, maka bergeser ke Gakkumdu atau penyelidikan polres. Nanti cek saja di Bawaslu kapan sidangnya,” jelas Kapolres.

Adapun FER yang juga anggota DPRD Sulut itu diduga melanggar unsur pelanggaran kampanye sesuai pasal 251 juncto 280 ayat 1 huruf H dan J Undang-Undang Nomor 7/2017 tentang Pemilihan Umum (Pemilu). Huruf H berbunyi soal larangan kampanye di sarana pendidikan. Seperti di universitas. Kemudian poin J disebutkan, larangan memberikan atau menjanjikan uang atau dalam bentuk materi apapun. Diketahui pula, kasus FER ini sudah berproses di Bawaslu Minahasa sejak akhir Januari lalu dan hingga memasuki hari ke 18 di bulan Februari ini, belum ada kejelasan keputusan dari pihak Bawaslu Minahasa.

Dimana seperti pada pemberitaan media sebelumnya, dalam kronologinya FER saat itu (Senin, 28/01, lalu) dipercayakan sebagai pembicara di pembekalan ribuan mahasiswa Unima yang akan melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Auditorium Unima, dan saat sesi dialog diduga ada pembagian alat tulis berupa pulpen dan jam dinding yang ada gambar partai Nasdem yang tertera nama Felly Estelita Runtuwene lengkap dengan nomor partai 5 dan Calegnya, pada peserta dialog.

(IsJo/**)

Pos terkait